ISU LEGENDA

ISU LEGENDA

ISU LEGENDA

ISU LEGENDA
ISU LEGENDA

Catatan penting untuk adopsi Standar-Standar Akunting Internasional di Jepang adalah beberapa pernyataan finansial diharuskan memasukkan sebuah legenda yang diminta oleh Amerika Serikat. Seseorang bisa menunjukkan masalah lain dengan praktik-praktik akunting Jepang. Pada Agustus 1995 laporan tahunan Dana Moneter Internasional, administrasi kebijakan Jepang dituduh gagal untuk menggunakan ukuran efektif untuk memperbaharui kelambatan sistem perbankan, lebih jauh dikatakan “menunggu tidak akan memulihkan kerugian, namun malah menambahnya” dan IMF meminta Jepang mengambil tindakan cepat untuk mengkoreksi masalah-masalah bank ini. Laporan ini juga menyatakan bahwa : (1) mekanisme pasar yang sekiranya membantu depositor dan investor untuk menyeleksi bank-bank yang tidak bekerja karena penyingkapan yang tidak memadai dari pengoperasian informasi bank-bank; dan (2) penting bagi pemegang saham untuk menuntut kesempurnaan aturan yang lebih jelas ringkas menentukan bagaimana dana-dana ini perlu diamankan untuk membersihkan hutang yang menimbulkan masalah bank, termasuk reksadana.
Berbagai masalah yang timbul di Jepang dari perusahaan domestik dan internasional karena sistem akuntansi di Jepang berbedadari standar internasional. Bahkan ’penjualan’, standar akuntansi di Jepang tidak jelas dan proses penjelasan secara spesifik kebiasaan industri. Ditengah-tengah ekspansi dari pasar modal yang melintasi batas nasional, hak isolasi pasar Jepang dari negara asing untuk melanjutkan masalah standar akuntansi yang bersifat merugikan semua investor dan kerja sama di dunia, sebagai perampasan investor dunia dari pilihan yang berharga dan pilihan menambah simpanan terbatas untuk kerja sama.

Sumber : https://merkbagus.id/

Opini dari Sektor Pribadi

Opini dari Sektor Pribadi

Opini dari Sektor Pribadi

 Opini dari Sektor Pribadi
Opini dari Sektor Pribadi

Organisasi Ekonomi Federasi Jepang (yang kita kenal dengan Keindanren di Jepang) juga mengambil sikap yang negatif dengan standarisasinya. Dan pada tanggal 24 Juli 2003, Sir David Tweedie, Pemimpin rapat IASB yang mengunjungi Keidanren menyatakan :
Tujuan dari IASB untuk membentuk keseragaman standar akuntansi yang berkualitas tinggi yang digunakan di semua pasar dunia. Tapi kenyataannya banyak orang kehilangan dasrb akuntansinya di berbagai negara di dunia dan yang disayangkan juga kejadian di U.S serta Krisis Keuangan di Negara Asia. Itulah yang menyebabkan IASB untuk menyeragamkan Standar Akuntansi Internasional.

PERMASALAHAN TAHUN 2005
MOF Memorandum menjelaskan permasalahan yang di duga terjadi di Jepang ketika Uni Eropa mengambil standar baru ditahun 2005. Uni Eropa menentukan dengan pasti yang wajib dibuat untuk perusahaan dan juga untuk umum. Dan Perdagangan Uni Eropa (E U) menggunakan IFRS dan standar ini di persiapkan untuk Laporan Keuangan Konsolidasi pada Januari 2005. inti dari permasalahannya adalah kenaikan modal di Uni Eropa.

SYARAT PENGUNGKAPAN DI PASAR JEPANG DENGAN PERBEDAAN STANDAR AKUNTANSI
Karena Keunikan dari Standar Akuntansi Jepang dan IFRS memunculkan 3 perbedaan pengungkapan yang diciptakan di pasar Jepang :
1. Standar Akuntansi dasar di Jepang
2. Standar Akuntansi Dasar dengan Negara Asing
3. Standar dari IFRS
Artikel analisis MOF termasuk dalam 6masalah potensial untuk menyatakan jepang dengan Standart Akuntansi Internasional. Berbagai standar pasar jepang yang diungkapkan dibawah ini:
Kasus Perusahaan Luar Negeri
1. Langkah perusahaan luar negeri dengan standart jepang menurut hukum yang ada di jepang.
2. Langkah Perusahaan Luar Negeri denagn Satndart dalam negeri atau Standart tiga negara menurut hokum yang ada dijepang.
3. Gambaran tentang perusahaan Luar Negeri yang menggunakan IFRS
IFRS tidak menemukan definisi lain Standart dalam Negeri dan Standart tiga negara.

DUALITAS REGULASI AKUNTANSI DI JEPANG
Kode Perdagangan mengatur prosedur–prosedur akunting korporat untuk tujuan utama menentukan secara akurat jumlah modal yang ada untuk dividen juga posisi kreditor yang tidak akan berbahaya karena hambatan properti korporat dari banyaknya distribusi dividen. Kode Perdagangan ini menegakkan periode profit dan metode kalkulasi rugi dan template saldo neracanya dipersiapkan langsung dari buku-buku akunting oleh sarana metode derivatif.
Meskipun detail regulasi mengenai akunting korporasi bisa ditemukan dalam Kode Perdagangan, aturan Kode Perdagangan dari Regulasi-Regulasi Mengenai Buku-Buku Perdagangan dan Kementerian Ordinansi Kehakiman diterapkan untuk item-item yang tidak didefinisikan secara spesi Hukum Pertukaran Sekuritas mendalilkan istilah, format dan metode-metode yang digunakan untuk persiapan saldo neraca, pernyataan profit dan rugi dan dokumen –dokumen lain yang berhubungan dengan kalkulasi finansial. Item-item ini dikirimkan menurut penggunaan yang wajar dan masuk akal termin, format dan metode persiapan yang ditentukan dalam Ordinansi MOF.
Dari sudut pandang yang lebih praktis, dokumen–dokumen kalkulasi finansial menyediakan informasi penting berkaitan dengan evaluasi–evaluasi sekuritas yang bisa dinegosiasikan dan perusahaan yang menerbitkan saat itu membagikan penempatan ataupenawaran perdana saham. Ordinansi ini mendukung pembuatan investigasi administratif lebih lancar dan semakin cepat. Ordinansi meningkatkan kewajaran transaksi dengan menyediakan representasi lebih akurat sementara memudahkan mereka untuk ditangani dalam cara lebih halus melalui format rasional yang melancarkan analisis-analisis lebih cepatu penawaran perdana saham.
Hukum Pertukaran Sekuritas ini diperkenalkan setelah Perang Dunia II dan ditujukan untuk mengkopi hukum yang sama ditetapkan pada 1933 dan 1934 di Amerika Serikat. Asumsi dasar dari otoritas pekerjaan dalam menyarankan legislasi korporat baru dan sekuritas-sekuritas bekerja baik di Amerika Serikat namun juga bekerja di Jepang.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Anak-anak SD Marsudirini Surakarta Ikuti Pendikan Seksual

Anak-anak SD Marsudirini Surakarta Ikuti Pendikan Seksual

Anak-anak SD Marsudirini Surakarta Ikuti Pendikan Seksual

Anak-anak SD Marsudirini Surakarta Ikuti Pendikan Seksual
Anak-anak SD Marsudirini Surakarta Ikuti Pendikan Seksual

SD Marsudirini menggelar pendidikan seks (sex education) sejak dini, di aula sekolah setempat

, Jumat (8/2/2019). Pendidikan tersebut ditujukan kepada seluruh siswa dan dilakukan secara bertahap.

Humas SD Marsudirini, Y Suratno melalui rilis yang diberikan kepada Joglosemarnews menjelaskan, pendidikan tersebut dilakukan secara bertahap. Pendidikan seks untuk siswa Kelas 3 dan 4 dilakukan pada Jumat (8/2/2019).

Giliran Hari Sabtu (9/2/2019), pendidikan seks ditujukan kepada para siswa kelas 5 dan 6.

“Sedangkan pendidikan untuk siswa kelas 1 dan 2 dilakukan tanggal 14 dan 15 dengan masuk ke setiap kelas,” ujarnya.
Baca Juga : SMK Kesehatan Mandala Bhakti Gelar Kemah Ambalan Baru

Istimewanya, pendidikan seks tersebut dilakukan dengan mengundang sosok yang memiliki kompetensi di bidangnya, yakni dr Enny Listiawati, MPH.

Pendidikan seks itu sendiri digelar, dengan alasan perlunya pemahaman anak-anak tentang dirinya sendiri serta perlindungan diri dari kejahatan seksual atau perlakuan tidak benar mengenai seksualitas.

“Apalagi anak-anak ini menjelang usia pubertas, jadi perlu persiapan,” jelasnya.

Dalam paparan materinya, dr Enny menjelaskan mengenai perbedaan laki-laki dan perempuan,

bagaimana merawat tubuh. Ada juga penjelasan mengenai ciri-ciri atau tanda masa pubertas dan perawatannya.
Baca Juga : Siswa SMK Mandala Bhakti Meriahkan HUT RI dengan Permainan Tradisional

“Kita juga menjelaskan, bagaimana anak-anak ini agar bisa melindungi diri dari kejahatan seksual,” ujar dr Enny melalui sebagaimana dikutip dalam rilis yang dikirim Wakil Ketua Komite SD Marsudirini Surakarta, drg Leoni Agustin Wulansari ke Joglosemarnews.

Dr Enny menjelaskan, pada masa pubertas, anak-anak akan mengalami perubahan pada dirinya, baik pada laki-laki maupun perempuan. Untuk laki-laki, anak yang sudah memasuki masa pubertas ditandai dengan munculnya jakun, suara menjadi lebih rendah, penis membesar dan mulai suka dengan lawan jenis.

 

Baca Juga :

Siswa SMP Muhammadyah PK Solo Belajar Bersama Orang Tua Asuh di Delanggu

Siswa SMP Muhammadyah PK Solo Belajar Bersama Orang Tua Asuh di Delanggu

Siswa SMP Muhammadyah PK Solo Belajar Bersama Orang Tua Asuh di Delanggu

Siswa SMP Muhammadyah PK Solo Belajar Bersama Orang Tua Asuh di Delanggu
Siswa SMP Muhammadyah PK Solo Belajar Bersama Orang Tua Asuh di Delanggu

Sebanyak 87 siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mendapatkan “tantangan” berbeda untuk bekal hidup. Kali ini, para siswa tersebut harus meninggalkan “zona nyaman” mereka. Pasalnya, mereka harus hidup bersama orang tua asuh di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten selama 3 hari 2 malam. Kegiatan berlangsung pada 1-3 Februari 2019, tepatnya Jumat hingga Minggu.

Para siswa tersebut mengikuti kegiatan program home stay dimana program tersebut merupakan program tahunan sekolah untuk menumbuhkan karakter kearifan lokal kepada para siswa. Rizka Dian Permatasari selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini untuk mengasah karakter kemandirian dan kemampuan bersosialisasi para siswa. Selain itu juga untuk meningkatkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Baca Juga : Tingkatkan Kompetensi, Guru SDIT Nur Hidayah Dilatih Flipbook sebagai Bahan Ajar

“Karena apa yang ditemui di orang tua asuh tersebut jauh seperti apa yang anak-anak miliki di rumah sehingga membuat mereka itu bisa lebih bersyukur,” ungkapnya, Minggu (3/2/2019).

Orang tua asuh yang terlibat adalah 30 orang dari Kadus 1 Desa Segaran terdiri tiga RW dan sembilan RT. Para siswa dibagi menjadi 30 kelompok. Masing-masing terdiri atas 2-3 anak dengan didampingi oleh satu guru. Mereka akan mengikuti kegiatan bersama orang tua asuh seperti menanam padi ke sawah, membantu masak di rumah, bersosialisasi dengan keluarga, dan membantu pekerjaan lainnya.
Baca Juga : Mahasiswa Unisri Gelar Sekolah Gencar Karakter

Hari pertama para siswa melakukan perkenalan dan ramah tamah dengan orang tua asuh beserta keluarga.

Para siswa harus mengetahui profesi dan silsilah keluarga yang ditempati. Adapun para hari kedua terdapat kegiatan sekolah sawah. Para siswa belajar bagaimana cara menanam padi. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan home industri seperti pembuatan gagang pisau dan aneka souvenir.

Souvenir berupa kipas dan dompet. Para hari tersebut para siswa juga menggelar perlombaan TPA di masjid terdekat. Di situ mereka mengajak santri TPA untuk mengikuti kegiatan perlombaan adzan, mewarnai, wudhu, hafalan surat, dan sebagainya. Pada malam harinya diadakan pula kegiatan pengajian akbar bersama para warga masyarakat di masjid terdekat.
Baca Juga : HUT ke-74 RI, Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Lomba Mirip Bung Karno

Hari terakhir, para siswa mengadakan kegiatan bakti sosial. Ada dua sasaran untuk TPA dan Yatim Piatu.

Aryanto selaku Humas SMP Muhamamdiyah PK Solo mengharapkan bahwa kegiatan ini bisa dimaksimalkan oleh para siswa agar mereka bisa mengambil manfaat. Home stay ini pula merupakan kali kedelapan sekolah melakukan setiap tahun. Sebelumnya kegiatan berlangsung di Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, dan Boyolali.

“Ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan oleh anak-anak. Apalagi selama 3 hari mereka akan hidup di desa dan bergaul besama keluarga yang baru,” tandasnya. Triawati PP

 

Sumber :

https://www.getoutfox.com/forum/index.php?/profile/3134-ojelhtcmandiri/

Ikuti Pameran Pendidikan di Jepara, Stand Unisri Jadi Sedot Perhatian Pengunjung

Ikuti Pameran Pendidikan di Jepara, Stand Unisri Jadi Sedot Perhatian Pengunjung

Ikuti Pameran Pendidikan di Jepara, Stand Unisri Jadi Sedot Perhatian Pengunjung

Ikuti Pameran Pendidikan di Jepara, Stand Unisri Jadi Sedot Perhatian Pengunjung
Ikuti Pameran Pendidikan di Jepara, Stand Unisri Jadi Sedot Perhatian Pengunjung

Upaya menjaring mahasiswa baru dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya

dengan mengikuti pameran pendidikan di berbagai kota. Demikian pula yang dilakukan oleh Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

Selama dua hari, Sabtu (26/1/2019) dan Minggu (27/1/2019) Unisri ikut serta dalam pameran pendidikan yang digelar di Gedung Wanita, Jepara. Stand Unisri mendapat kunjungan antusias dari siswa SMA/SMK untuk meminta informasi studi lanjut S1 dan S2.
Baca Juga : Mahasiswa Unisri Gelar Sekolah Gencar Karakter

Sebagaimana dijelaskan dalam rilis yang dikirim ke Joglosemarnews, antusiasme siswa

mengunjungi stand Unisri sangat terlihat. Pasalnya, pengunjung dilayani para relawan yang berasal dari para mahasiswa Unisri yang berasal dari Jepara. Masih muda, smart dan friendly.
Baca Juga : Serunya Siswa SD Marsudirini Solo Dalam Aneka Lomba HUT RI

Relawan dengan ramah, akrab serta komunikatif menjelaskan dan menjawab berbagai pertanyaan terkait tata cara dan persyaratan pendaftaran, fasilitas dan prodi S1 dan S2 yang ada di Unisri.

Saat ini Unisri, tengah membuka pendaftaran mahasisw baru S1 untuk enam fakultas yaitu ekonomi, pertanian, fisip, fkip, pertanian dan tehnologi pangan. Juga membuka jenjang S2 untuk prodi Magister Manajemen, Magister Administrasi Publik dan Magister Ilmu Hukum.

Baca Juga : Tingkatkan Kompetensi, Guru SDIT Nur Hidayah Dilatih Flipbook sebagai Bahan Ajar

Penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 diharapkan meningkat bila dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini insya allah bisa memperoleh 1300 lebih mahasiswa baru. suhamdani

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?pakguru

PENGERTIAN KATA ABSTRAK

PENGERTIAN KATA ABSTRAK

PENGERTIAN KATA ABSTRAK

 

PENGERTIAN KATA ABSTRAK

1. PENGERTIAN KATA ABSTRAK

Kata abstrak adalah sebuah kata yang memiliki rujukan berupa konsep atau pengertian. Sesuai dengan namanya kata abstrak lebih memerlukan pendalaman pemahaman, karena sifatnya yang tidak nyata. Untuk lebih jelasnya kita lihat beberapa contoh kata abstrak di bawah ini :

Contoh Kata Abstrak :

– Kaya
– Miskin
– Kesenian
– Kerajinan
– Demokrasi
– Kemakmuran

 

 

2. PENGERTIAN KATA KONKRET

Kata konkret merupakan kebalikan dari kata abstrak. Kata konkret yaitu kata yang mempunyai rujukan berupa objek yang dapat diserap oleh panca indera. Kata konkret memiliki ciri bisa dirasakan, bisa dilihat, diraba, didengar, dan bisa dicium.
Di bawah ini contoh-contoh kata konkret :

Contoh Kata Konkret :

– Sandang
– Pangan
– Rumah
– Belajar
– Bekerja
– Membaca
– Berunding
– Uang
– Mobil
– Sawah
– Rumah

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

 

Pengertian Kata Tugas, Ciri-Ciri dan Jenisnya

Pengertian Kata Tugas, Ciri-Ciri dan Jenisnya

Pengertian Kata Tugas, Ciri-Ciri dan Jenisnya

 

Pengertian Kata Tugas, Ciri-Ciri dan Jenisnya

Salah satu kelas kata dalam Bahasa Indonesia, yaitu kata tugas. Kata tugas adalah kata yang hanya memiliki arti gramatikal dan tidak memiliki makna leksikal, sehingga maknanya bisa menjadi jelas jika dihubungkan dengan kata lain. Kata tugas juga memiliki fungsi sebagai perubah kalimat yang minim hingga menjadi kalimat transformasi. Pada umumnya bentuk kata tugas selalu tetap (tidak bisa mengalami perubahan).

Sebagian besar kata tugas memiliki bentuk yang tetap, akan tetapi ada sebagian kecil kata tugas yang bisa berubah bentuk, misalnya pada kata tidak dan sudah, kedua kata itu dapat mengalami perubahan bentuk, misalnya kata tidak menjadi menidakkan dan kata sudah menjadi menyudahkan, dsb.

 

CIRI-CIRI KATA TUGAS

Ciri-ciri kata tugas ialah hampir semua kata tugas tidak bisa berubah bentuk.

JENIS-JENIS KATA TUGAS

 

1. Preposisi (kata depan)

Preposisi adalah yaitu kata tugas yang terletak di depan sebuah kata, terutama pada kata benda, yang berfungsi untuk menentukan hubungan suatu kata.
Contoh :
– di Jakarta
– dari sekolah
– ke sawah
– dsb

2. Konjungsi (kata hubung)

Konjungsi adalah jenis kata yang berfungsi untuk menghubungkan dua satuan bahasa seperti kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat ataupun antar paragraf. Metamorfosis  Konjungsi (kata hubung) terbagi menjadi empat. yaitu :

a, Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan yang memiliki hubungan yang setara. contoh : dan, atau, serta

b. Konjungsi korelatif
Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan kata, frasa atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama.
Konjungsi korelatif rerdiri dari dua bagian yang dipisahkan oleh satu frasa, kata atau klausa yang dihubungkan.
Contoh : baik saya maupun dia tidak menyukai hal itu
Bukannya aku tidak suka, tetapi sifatnya membuat orang muak

c. Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang dipakai untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lainnya.
Contoh :
– Biapun begitu
– Akan tetapi
– Meskipun demikian
– dsb

d. Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang merupakan anak kalimat.

Konjungsi ini terbagi lagi menjadi 12 kelompok, yaitu:
1. Konjungsi subordinatif waktu,
Contoh  : sejak, semenjak, sedari, sewaktu.
2. Konjungsi subordinatif syarat,
Contoh  : jika, jikalau, bila, kalau.
3. Konjungsi subordinatif pengandaian,
Contoh  : seandainya, seumpama.
4. Konjungsi subordinatif konsesif,
Contoh  : biarpun, sekalipun.
5.   Konjungsi subordinatif pembandingan,
Contoh  : seakan-akan, seperti.
6.   Konjungsi subordinatif sebab,
Contoh  : sebab, karena, oleh sebab.
7.   Konjungsi subordinatif hasil,
Contoh  : sehingga, sampai.
8. Konjungsi subordinatif alat,
Contoh  : dengan, tanpa.
9. Konjungsi subordinatif cara,
contoh , contoh
10. Konjungsi subordinatif komplementasi
Contoh : bahwa.
11. Konjungsi subodinatif atribut,
Contoh  : yang
12. Konjungsi subordinatif perbandingan,
Contoh  : sama … dengan, lebih … dari.

3. Artikula (kata sandang)

Kata sandang adalah jenis kata yang mendampingi kata benda atau yang membatasi makna jumlah orang atau benda. Kata sandang tidak mengandung suatu arti tapi memiliki fungsi.
Fungsi kata sandang :
– untuk menentukan kata benda,
– mensubstansikan suatu kata.

Contoh kata sandang :
– yang,
– itu,
– nya,
– si,
– sang,
– hang,
– dang.

Dalam Bahasa Indonesia kata sandang dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut :

1. Artikula yang bersifat gelar
Contoh : sang, hang, dang, sri.

2. Artikula yang mengacu ke makna kelompok/makna korelatif
Contoh : Para

3. Artikula yang menominalkan
Contoh : Si budi kecil kuyup menggigil

4. Interjeksi (kata seru)

Yang dimaksud dengan interjeksi atau kata seru adalah kata yang dipakai untuk mengungungkapkan perasaan.
Contoh kata seru yang terdapat dalam bahasa Indonesia :
1. Kata seru asli, yaitu : ah, wah, yah, hai, o, oh, nah, dll.
2. Kata seru yang berasal dari kata-kata biasa, artinya kata seru yang berasal dari kata-kata benda atau     kata-kata lain yang digunakan, contoh : celaka, masa’, kasihan, dll.
3. kata seru yang berasal dari beberapa ungkapan, baik yang berasal dari ungkapan Indonesia maupun yang berasal dari ungkapan asing, yaitu : ya ampun, demi Allah, Insya Allah, dll.

5. Partikel Penegas

Partikel penegas adalah kategori kata tugas yang meliputi kata yang tidak tunduk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya.
Dalam bahasa Indonesia terdapat empat jenis partikel penegas, yaitu :
– ( -kah )
– ( -lah )
– ( – pun )
– ( -tah )

Kewirausahaan

Kewirausahaan

Kewirausahaan

 

Kewirausahaan

A. Pengertian Kewirausahaan

Kata kewirausahaan berasal dari kata entrepreneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang itu akan dijual. Wirausaha mengandung arti secara harfiah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa Sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti “berdiri di atas kaki sendiri” atau dengan kata lain “berdiri di atas kemampuan sendiri”. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil risiko yang bersumber pada kemampuan sendiri.

B. Karakteristik Kewirausahaan

1. Motif Berprestasi Tinggi
Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003 : 32) Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Seperti yang dikemukakan oleh Maslow (1934) tentang teori motivasi yang dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan kebutuhan, sesuai dengan tingkatan pemuasannya, yaitu kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation needs).

Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Suryana, 2003 : 33-34)
1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.
3. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.
4. Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.
5. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fiftyfifty). Jika tugas yang diembannya sangat ringan, maka wirausaha merasa kurang tantangan, tetapi ia selalu menghindari tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah.
Motivasi (Motivation) berasal dari bahasa latin “movere” yang berarti to move atau menggerakkan, (Steers and Porter, 1991:5), sedangkan Suriasumantri (hal.92) berpendapat, motivasi merupakan dorongan, hasrat, atau kebutuhan seseorang. Motif dan motivasi berkaitan erat dengan penghayatan suatu kebutuhan berperilaku tertentu untuk mencapai tujuan. Motif menghasilkan mobilisasi energi (semangat) dan menguatkan perilaku seseorang. Secara umum motif sama dengan drive.
Beck (1990: 19), berdasarkan pendekatan regulatoris, menyatakan “drive” sama seperti sebuah kendaraan yang mempunyai suatu mekanisme untuk membawa dan mengarahkan perilaku seseorang.
Sejalan dengan itu, berdasarkan teori atribusi Weiner (Gredler, 1991: 452) ada dua lokus penyebab seseorang berhasil atau berprestasi. Lokus penyebab instrinsik mencakup (1) kemampuan, (2) usaha, dan (3) suasana hati (mood), seperti kelelahan dan kesehatan. Lokus penyebab ekstrinsik meliputi (1) sukar tidaknya tugas, (2) nasib baik (keberuntungan), dan (3) pertolongan orang lain. Motivasi berprestasi mengandung dua aspek, yaitu (1) mencirikan ketahanan dan suatu ketakutan akan kegagalan dan (2) meningkatkan usaha keras yang berguna dan mengharapkan akan keberhasilan (McClelland, 1976: 74-75).
Namun, Travers (1982:435) mengatakan bahwa ada dua kategori penting dalam motivasi berprestasi, yaitu mengharapkan akan sukses dan takut akan kegagalan.
Uraian di atas menunjukkan bahwa setidak-tidaknya ada dua indikator dalam motivasi berprestasi (tinggi), yaitu kemampuan dan usaha. Namun, bila dibandingkan dengan atribusi intrinsik dari Wainer, ada tiga indikator motivasi berprestasi tinggi yaitu: kemampuan, usaha, dan suasana hati (kesehatan). Berdasarkan uraian di atas, hakikat motivasi berprestasi dalam penelitian ini adalah rangsangan-rangsangan atau daya dorong yang ada dalam diri yang mendasari kita untuk belajar dan berupaya mencapai prestasi belajar yang diharapkan.

2. Selalu Perspektif
Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya (Suryana, 2003 : 23). Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada.
Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. Karena itu ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang.

3. Memiliki Kreatifitas Tinggi
Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu enurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. Menurut Zimmerer dalam buku yang ditulis Suryana (2003 : 24) dengan judul buku “Entrepreneurship And The New Venture Formation”, mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berfikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persolan-persolan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (inovation isthe ability to apply creative solutions to those problems ang opportunities to enhance or to enrich people’s live). “Sometimes creativity involves generating something from nothing. However, creativity is more likely to result in colaborating on the present, in putting old things together in the new ways, or in taking something away to create something simpler or better”. Dari definisi diatas, kreativitas mengandung pengertian, yaitu :
1. Kreativitas adalah menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.
2. Hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru.
3. menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih baik.
Menurut Zimmerer(1996:7), “creativity ideas often arise when entrepreuneurs look at something old and think something new or different”. Ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berpikir sesuatu baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah nenciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Rahasia kewirausahaan adalah dalam menciptakan nilai tambah barang dan jasa terletak pada penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan meraih peluang yang dihadapi tiap hari (applying creativity and inovation to solve the problems and to exploit opportunities that people face every day). Berinisiatif ialah mengerjakan sesuatu tanpa menunggu perintah. Kebiasaan berinisiatif akan melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah itu melahirkan inovasi. Menurut Zimmerer ada tujuh langkah proses berpikir kreatif dalam kewirausahaan, yaitu:
Tahap 1: Persiapan (Preparation)
Tahap 2: Penyelidikan (Investigation)
Tahap 3: Transformasi (Transpormation)
Tahap 4: Penetasan (Incubation)
Tahap 5: Penerangan (Illumination)
Tahap 6: Pengujian (Verivication)
Tahap 7: Implementasi (Implementation)

4. Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi
Menjadi wirausaha yang handal tidaklah mudah. Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang, karena setiap orang dalam belajar berwirausaha. Menurut Poppy King, wirausaha muda dari Australia yang terjun ke bisnis sejak berusia 18 tahun, ada tiga hal yang selalu dihadapi seorang wirausaha di bidang apapun, yakni: pertama, obstacle (hambatan); kedua, hardship (kesulitan); ketiga, very rewarding life (imbalan atau hasil bagi kehidupan yang memukau). Sesungguhnya kewirausahaan dalam batas tertentu adalah untuk semua orang. Mengapa? cukup banyak alasan untuk mengatakan hal itu. Pertama, setiap orang memiliki cita-cita, impian, atau sekurang-kurangnya harapan untuk meningkatkan kualitas hidupnya sebagai manusia. Hal ini merupakan semacam “intuisi” yang mendorong manusia normal untuk bekerja dan berusaha. “Intuisi” ini berkaitan dengan salah satu potensi kemanusiaan, yakni daya imajinasi kreatif. Karena manusia merupakan satu-satunya mahluk ciptaan Tuhan yang, antara lain, dianugerahi daya imajinasi kreatif, maka ia dapat menggunakannya untuk berpikir. Pikiran itu dapat diarahkan ke masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dengan berpikir, ia dapat mencari jawabanjawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penting seperti: Dari manakah aku berasal? Dimanakah aku saat ini? Dan kemanakah aku akan pergi? Serta apakah yang akan aku wariskan kepada dunia ini?
Dalam buku Berwirausaha Dari Nol telah dapat disampaikan bahwa mereka:
1. digerakkan oleh ide dan impian,
2. lebih mengandalkan kreativitas,
3. menunjukkan keberanian,
4. percaya pada hoki, tapi lebih percaya pada usaha nyata,
5. melihat masalah sebagai peluang,
6. memilih usaha sesuai hobi dan minat,
7. mulai dengan modal seadanya,
8. senang mencoba hal baru,
9. selalu bangkit dari kegagalan, dan
10. tak mengandalkan gelar akademis.
Sepuluh kiat sukses itu pada dasarnya sederhana, tidak memerlukan orang-orang yang luar biasa. Orang dengan IQ tinggi, sedang, sampai rendah dapat (belajar) melakukannya.

5. Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab
Seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat didalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang akan digelutinya, didalam menjalankan usaha tersebut seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad yang mengebu-gebu dan menyala-nyala (semangat tinggi) dalam mengembangkan usahanya, ia tidak setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada dipasar. Tanpa usaha yang sungguh-sunguh terhadap pekerjaan yang digelutinya maka wirausaha sehebat apapun pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu penting sekali bagi seorang wirausaha untuk komit terhadap usaha dan pekerjaannya.

6. Mandiri atau Tidak Ketergantuangan
Sesuai dengan inti dari jiwa kewirausahaan yaitu kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup, maka seorang wirausaha harus mempunyai kemampuan kreatif didalam mengembangkangkan ide dan pikiranya terutama didalam menciptakan peluang usaha didalam dirinya, dia dapat mandiri menjalankan usaha yang digelutinya tanpa harus bergantung pada orang lain, seorang wirausaha harus dituntut untuk selalu menciptakan hal yang baru dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber yang ada disekitarnya, mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

7. Berani Menghadapi Risiko
Richard Cantillon, orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad ke-18, mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang menanggung risiko. Wirausaha dalam mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi, melainkan perhitungan yang matang. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, wirausaha selalu berani mengambil risiko yang moderat, artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Hasil-hasil itu harus nyata/jelas dan objektif, dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya (Suryana, 2003 : 14-15). Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil risiko akan sukar memulai atau berinisiatif. Menurut Angelita S. Bajaro, “seorang wirausaha yang berani menanggung risiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik” (Yuyun Wirasasmita, dalam Suryana, 2003 : 21). Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk lebih mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Oleh sebab itu, wirausaha kurang menyukai risiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Keberanian untuk menanggung risiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan risiko yang penuh dengan perhitungan dan realistis. Kepuasan yang besar diperoleh apabila berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara realistis. Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan, dan menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil.

8. Selalu Mencari Peluang
Esensi kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan, serta sikap mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut. Pengertian itu juga menampung wirausaha yang pengusaha, yang mengejar keuntungan secara etis serta wirausaha yang bukan pengusaha, termasuk yang mengelola organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan/masyarakat.

9. Memiliki Jiwa Kepemimpinan
Seorang wirausaha yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan. Ia selalu ingin tampil berbeda, lebih dahulu, lebih menonjol. Debgan menggunakan kemampuan kreativitas dan inovasi, ia selalu menampilkan barang dan jasa-jasa yang dihasilkanya lebih cepat, lebih dahulu dan segera berada dipasar. Ia selalu menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor yang baik dalam proses produksi maupun prmasaran. Ia selalu memamfaatkan perbedaan sebagai suatu yang menambah nilai. Karena itu, perbedaan bagi sesorang yang memiliki jiwa kewirausahaan merupakan sumber pembaharuan untuk menciptakan nilai. Ia selalu ingin bergaul untuk mencari peluang, terbuka untuk menerima kritik dan saran yang kemudian dijadikan peluang. Leadership Ability adalah kemampuan dalam kepemimpinan. Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power), seorang pemimpin harus memiliki taktik mediator dan negotiator daripada diktaktor. Semangat, perilaku dan kemampuan wirausaha tentunya bervariasi satu sama lain dan atas dasar itu wirausaha dikelompokkan menjadi tiga tingkatan yaitu: Wirausaha andal, Wirausaha tangguh, Wirausaha unggul. Wirausaha yang perilaku dan kemampuannya lebih menonjol dalam memobilisasi sumber daya dan dana, serta mentransformasikannya menjadi output dan memasarkannya secara efisien lazim disebut Administrative Entrepreneur. Sebaliknya, wirausaha yang perilaku dan kemampuannya menonjol dalam kreativitas, inovasi serta mengantisipasi dan menghadapi resiko lazim disebut Innovative Entrepreneur.

10. Memiliki Kemampuan Manajerial
Salah satu jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah kemampuan untuk memanagerial usaha yang sedang digelutinya, seorang wirausaha harus memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha, visualisasikan usaha, mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol usaha, maupun kemampuan mengintergrasikan operasi perusahaanya yang kesemuanya itu adalah merupakan kemampuan managerial yang wajib dimiliki dari seorang wirausaha, tanpa itu semua maka bukan keberhasilan yang diperoleh tetapi kegagalan uasaha yang diperoleh.

11. Memiliki Kerampilan Personal
Wirausahawan Andal. Wirausahawan andal memiliki ciri-ciri dan cara-cara sebagai berikut:
Pertama Percaya diri dan mandiri yang tinggi untuk mencari penghasilan dan keuntungan melalui usaha yang dilaksanakannya.
Kedua, mau dan mampu mencari dan menangkap peluang yang menguntungkan dan memanfaatkan peluang tersebut.
Ketiga, mau dan mampu bekerja keras dan tekun untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih tepat dan effisien.
Keempat, mau dan mampu berkomunikasi, tawar menawar dan musyawarah dengan berbagai pihak, terutama kepada pembeli.
Kelima, menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana, jujur, hemat, dan disiplin.
Keenam, mencintai kegiatan usahanya dan perusahaannya secara lugas dan tangguh tetapi cukup luwes dalam melindunginnya.
Ketujuh, mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan dengan memanfaatkan dan memotivasi orang lain (leadership/ managerialship) serta melakukan perluasan dan pengembangan usaha dgn resiko yang moderat.

C. Faktor- Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha

1. Faktor-faktor Yang Bisa Dijadikan Keberhasilan Wirausaha

Falsafah “DORAEMON”, seperti yang dikemukakan Adyaksa Dault juga bisa dijadikan motivasi dan keberhasilan wirausahawan.
Faktor tersebut, yaitu:
Dream : semua berawal dari sebuah mimpi.
Opportunity : mencari peluang yang ada di sekitar kita.
Reform : menyusun perencanaan dan mengimplementasikan secara sistematis.
Action : mulailah melaksanakan dengan suatu tindakan.
Energy : harus memiliki semangat (energi) yang besar dan tinggi
Mapping : lakukan pemetaan usaha kita dengan analisis SWOT.
Organization : bergabunglah dengan suatu organisasi yang teratur.
Network : ciptakanlah jaringan (relasi) seluas mungkin.
Faktor lain yang berpengaruh terhadap keberhasilan dalam membuka usaha adalah pertimbangan antara pengalaman dengan spirit (semangat), energi, dan rasa optimis (keyakinan).

2. Faktor-faktor Yang Menyebabkan Kegagalan Wirausaha

Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:
1. Tidak kompeten dalam manajerial.
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan.
Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Avertebrata Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
4. Gagal dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai.
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
6. kurangnya pengawasan peralatan.
Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

Terlibat Aksi 22 Mei, Puluhan Anak Rayakan Lebaran di Rumah Asuh

Terlibat Aksi 22 Mei, Puluhan Anak Rayakan Lebaran di Rumah Asuh

Terlibat Aksi 22 Mei, Puluhan Anak Rayakan Lebaran di Rumah Asuh

Terlibat Aksi 22 Mei, Puluhan Anak Rayakan Lebaran di Rumah Asuh
Terlibat Aksi 22 Mei, Puluhan Anak Rayakan Lebaran di Rumah Asuh

Suasana lebaran anak-anak terlibat aksi 22 Mei di Jakarta, diwarnai kehangatan. Walaupun ada anak yang terpaksa berlebaran di rumah asuh rehabilitasi sosial Handayani namun suasana kekeluargaan tetap tercipta, karena mendapat kunjungan orang tua.

Selain itu, mereka pun berlebaran bersama dengan anak-anak dengan berbagai latar belakang masalah lainnya di tempat tersebut. Bahkan, ada pekerja sosial dan orang tua asuh yang sehari-hari mendampingi mereka dalam proses rehabilitasi sosial yang juga menemani para anak merayakan Lebaran.

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Handayani Jakarta, Neneng Heryani, mengatakan, suasana Lebaran para anak ini penuh kehangatan. Semuanya itu diversi, diperbolehkan ada yang kembali ke orang tua.

Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Kemudian yang masih menjalani rehabilitasi sosial satu bulan diberi cuti 4-8 Juni 2019, kemudian 9 Juni 2019 kembali lagi untuk direhabilitasi. Untuk yang lainnya, rehabilitasi enam bulan, merayakan lebaran di balai.

“Bagi yang berlebaran di kita bersama-sama dengan anak-anak lainnya, bersama petugas kita juga

. Keluarga juga diperbolehkan menengok,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (6/6/2019).

Neneng mengungkapkan, tentu dalam suasana kebatinan mereka ingin pulang. Memang ada yang diperbolehkan pulang atau dicutikan sesuai dengan perizinan dari Polda dan Polres Jakarta Barat.

“Berlebaran di balai atau rumah asuh ini layaknya seperti berlebaran di rumah sendiri. Mereka juga makan ketupat, takbiran dan Solat Ied bersama. Orang tua juga boleh menengok,” ungkap Neneng.

Sebelumnya, ada 53 anak terlibat aksi 22 Mei yang ricuh di Jakarta. Dari jumlah itu,

dalam suasana lebaran, anak yang masih direhabilitasi selama 1 dan 6 bulan ada 37 anak. Dari jumlah itu, 22 anak di antaranya dicutikan dari 4 sampai 8 juni 2019. Kemudian, anak yang sudah dipulangkan ke orang tuanya ada 16 anak.

Bagi anak yang berlebaran di luar balai, orang tua diberi tanggungjawab untuk menjaga anak sehingga bisa kembali sesuai waktu yang ditetapkan.

Neneng menyebut, pihak balai di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemsos) ini tetap berpandangan bahwa para anak ini adalah korban. Keluarga adalah tempat terbaik untuk anak.

Oleh sebab itu, dalam proses rehabilitasi pun, rekam jejak anak dipantau untuk dievaluasi karena anak-anak tersebut masih bersekolah. Kebutuhan pendidikan pun tetap diutamakan bagi mereka.

Dalam proses rehabilitasi sosial, anak sebagai korban ini dan didampingi untuk diberi terapi psikososial,

pendalaman nilai agama, kebangsaan dan Pancasila.

 

Baca Juga :

Hasil UN SMP/MTs Naik 1,67 Poin

Hasil UN SMP MTs Naik 1,67 Poin

Hasil UN SMP/MTs Naik 1,67 Poin

Hasil UN SMP MTs Naik 1,67 Poin
Hasil UN SMP MTs Naik 1,67 Poin

Hasil Ujian nasional (UN) jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) resmi diumumkan oleh sekolah pada 27-28 Mei 2019.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kabalitbang Kemdikbud), Totok Suprayitno mengatakan, hasil UN tingkat SMP/MTs mengalami peningkatan nilai dengan tren rerata 1,65 poin. Dengan rincian kenaikan nilai murni di SMP negeri sebanyak 1,67 poin, SMP swasta sebanyak 2,11 poin, MTs negeri sebanyak 1,58 poin, dan MTs swasta sebanyak 1,34 poin.

Totok menyebutkan, kenaikan nilai murni ini berimbas dari perluasan penyelenggaraan UN

Berbasis Komputer (UNBK). Pasalnya dari 4.280.199 perserta UN SMP/Mts yang menyelenggarakan UNBK mencakup 3.581.091(83,7 persen) peserta yang berasal dari 43.833 sekolah. Bahkan, ada tujuh provinsi telah menyelenggarakan UNBK jenjang SMP 100 persen. Sebanyak 22 provinsi menyelenggarakan UNBK jenjang MTs 100 persen, sedangkan ujian paket B terselenggara UNBK 100 persen di 33 provinsi.

Untuk pendidikan kesetaraan atau Paket B terjadi peningkatan jumlah peserta UNBK dari 79.639 peserta (2018) menjadi 118,885 (2019). Dengan total 155.877 peserta dengan rincian 154.740 (99,3 persen) UNBK dan 1.137 (0,7 persen) UNKP. Maka, untuk Paket B ini berdasarkan distribusi nilai, terlihat perbedaan profil peserta 2019 dibandingkan 2018 adalah bertambahnya peserta didik dengan rerata nilai kurang dari 40.

Totok juga mengatakan, banyak sekolah beralih menjalankan UNBK mengalami koreksi nilai.

Koreksi nilai terjadi pada sekolah-sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) pada tahun 2018 dengan indeks integritas ujian nasional (IIUN) rendah yang kemudian beralih menjadi sekolah penyelenggara UNBK di tahun 2019.

“Sekolah-sekolah yang IIUN rendah tersebut terkoreksi nilainya hingga 12,20 poin. Namun, sekolah-sekolah UNKP dengan IIUN tinggi meningkat sebesar 0,1 poin,” jelas Totok saat Taklimat Media Hasil UN SMP/MTs di Gedung Kemdikbud, Selasa(28/5/2019).

Bahkan, Totok juga menyebutkan, ada satu ataupun dua sekolah yang mengalami nilai yang terkoreksi sangat tinggi mencapai 45 poin. “Sekolah yang UN 2018 masih mengunakan UNKP ada yang mendapat nilai 90 poin. Tapi, setelah dikoreksi ternyata hanya 45 poin. Jadi nilai 90 poin itu enggak murni nilai bisa karena ada kecurangan atau hal lain,” ucap Totok.

“Sedangkan bagi sekolah yang pada 2018 sudah menyelenggarakan UNBK, tahun ini semakin berintegritas

dan nilainya meningkat. Coba bayangkan apa yang terjadi pada sekolah ini tahun lalu, pasti banyak kecurangan. Yang dulu itu tidak asli, kebocoran, dan sebagainya. Jadi ini bukan penurunan, tapi koreksi,” terangnya.

Totok menuturkan, hasil UN yang dicapai siswa ini akan menjadi pertimbangan untuk perbaikan mutu pendidikan. Meski begitu, Kemdikbud tidak akan mengeluarkan rangking siswa baik itu untuk sekolah maupun provinsi. “Kami menunjukkan nilai akhir tetapi hasil UN ini. Tetapi tidak mengeluarkan peringkat siswa karena tidak fair. Jika sekolah di Jakarta Selatan dibandingkan dengan sekolah yang ada di NTT,” ujarnya.

 

 

Sumber :

https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/sejarah-dharmasraya/