Kenapa Bapak Bukan Bos

Kenapa Bapak Bukan Bos

Kenapa Bapak Bukan Bos

Kenapa Bapak Bukan Bos
Kenapa Bapak Bukan Bos

Minggu malam, saya bermain Lego dengan anak saya Niel yang masih berumur 5.5 tahun. Saat itu dia sangat asyik membuat drone termasuk kontrollernya (mungkin terinspirasi dari Pamannya yang sering menggunakan drone). Saat bermain-main, tiba-tiba Niel menyeletuk dengan bahasa campuran Inggris-Indonesia. Berikut percakapan kami:

  • Niel: “Bap (panggilan Niel ke saya, dia menyingkat kata Bapak), are you a boss or leader di kantormu?”
  • Saya: Terdiam sejenak…. “No, I am not a leader or boss, Bud (panggilan saya ke Niel, dari kata Buddy), I am just a normal people
  • Niel: “Kenapa Bapak bukan leader atau boss?”
  • Saya: “Ya… belum kali…?”
  • Niel: “I think you have to work hard, hard, hard, and harder, so that you will become a boss
  • Niel: Berpikir sejenak, “Bap, nanti kalau aku sudah umur….. 7 ….. Umur 7 sudah boleh main listrik belum?”
  • Saya: “Sudah….”
  • Niel:” Nah, nanti kalau aku sudah umur 7, Bapak kubikinin alat buat dipasang di tangan, jadi nanti Bapak bisa kerja cepat sekali (Niel menunjukkan tangan yang mengetik cepat)… Nanti juga kubuatin alat buat dipasang di kepala, jadi nanti Bapak bisa berpikir cepat sekali… Jadi, nanti Bapak bisa work harder and faster, daaaan bisa jadi Bos…”
  • Saya: “Woooow, that is a great idea Bud!

Yah, kadang anak saya menyeletuk pertanyaan-pertanyaan dan ide-ide yang mengejutkan. Namun yang dia lakukan kali ini mirip seperti Challenger Sales yang pernah saya pelajari waktu kuliah. Niel menchallenge posisi saya dengan memahami posisi saya yang berada di lingkungan kantor. Kemudian, dia mulai mengarahkan pertanyaan kenapa saya bukan bos di kantor saya, dan dia mulai mengarahkan bahwa jika saya mau jadi bos, saya harus bekerja lebih keras lagi. Namun, dari situ Niel entah bagaimana memahami pain atau suatu hal yang merepotkan namun harus saya lakukan untuk menjadi bos, yaitu bekerja keras, dan Niel, dengan imajinasi anak-anaknya, menawarkan solusi atas pain tersebut dengan alat berdasar listrik yang bisa dipasang di tangan dan kepala, untuk bekerja dan berpikir cepat.

Demikian sekilas mengenai kisah celetukan Niel kali ini.

Salam,

Handoko

Catatan: akhir-akhir ini Niel menambahkan informasi bahwa alat idenya tersebut memiliki warna yang sama dengan warna kulit, jadi tidak terlihat jika saya bekerja cepat dengan menggunakan alat khusus.

Baca Juga :

Komunikasi Bisnis dalam Teknologi Informasi

Komunikasi Bisnis dalam Teknologi Informasi

Komunikasi Bisnis dalam Teknologi Informasi

Komunikasi Bisnis dalam Teknologi Informasi
Komunikasi Bisnis dalam Teknologi Informasi
Dalam praktek komunikasi bisnis diperlukan sarana yang dapat menunjang proses komunikasi tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi dan sistem informasi, komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistem informasi dan teknologi mempercepat proses globalisasi, sehingga proses komunikasi terjadi setiap saat tanpa berhenti dan berlangsung pada saat yang hampir bersamaan di seluruh belahan dunia. Informasi dengan mudah dan cepat menyebar, bahkan nyaris tanpa penghalang apapun. Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui berbagai macam media.

Kesediaan prasarana dan sarana informasi serta tingkat pemilihan akses dan aset terhadap penggunaan informasi merupakan prasyarat untuk dapat memanfaatkan dan memberikan nilai (volume) terhadap sesuatu informasi. Tanpa adanya dukungan infrastruktur sarana dan prasarana dalam komunikasi bisnis, teknologi informasi dan komunikasi tentunya tidak akan berjalan dengan lancar. Selain itu tanpa adanya peranan teknologi informasi dan komunikasi, praktek komunikasi bisnis akan menjadi ketinggalan zaman, informasi yang didapat akan jauh tertinggal, dan akan membawa dampak perkembangan bisnis akan menjadi lambat.

Masalah yang bisa saja muncul dalam praktek komunikasi bisnis dengan peranan teknologi informasi dan komunikasi, diantaranya :

•) Masalah Infrastruktur. Sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi yang terbilang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga bagi pelaku bisnis yang tidak memiliki banyak modal mengakibatkan kurangnya pembangunan infrastruktur pendukung komunikasi bisnis.

•) Masalah Kemampuan Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Walaupun fasilitas komunikasi bisnis telah memadai, kendala yang bisa saja muncul adalah kemampuan sumber daya manusia dalam memanfaatkan fasilitas tersebut. Mungkin masih ada beberapa pelaku bisnis yang belum mampu menggunakan alat komunikasi dalam bisnisnya, sehingga walaupun peralatan yang digunakan adalah peralatan dengan teknologi canggih sekalipun, jika manusianya tidak dapat mengoperasikan/menggunakan peralatan tersebut maka akan menjadi percuma.

•) Masalah Kemampuan Individu dalam Berkomunikasi. Masalah ini merupakan hal yang paling mendasar dalam praktek komunikasi bisnis baik dengan peran teknologi informasi dan komunikasi. Apabila seseorang memiliki kemampuan komunikasi yang kurang baik, maka secara otomatis praktek komunikasi bisnisnya akan mengalami kendala, walaupun telah didukung oleh peranan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang memadai sekalipun. Cara orang tersebut menyampaikan pesan kepada pihak lain itulah yang menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam berkomunikasi.

Syarat dan Kriteria Seorang Wirausahawan dalam Bidang Teknologi

Syarat dan Kriteria Seorang Wirausahawan dalam Bidang Teknologi

Syarat dan Kriteria Seorang Wirausahawan dalam Bidang Teknologi
Syarat dan Kriteria Seorang Wirausahawan dalam Bidang Teknologi
Seorang wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses atau meningkatkan pendapatan.

Seorang wirausahawan yang bergerak dibidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yaitu seorang wirausahawan yang merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kesempatan bisnis dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi dengan sebaik-baiknya untuk meraih kesuksesan.

Seorang wirausahawan TIK ini tentunya adalah orang mempunyai tekad dan kemauan untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi agar tetap eksis di dunia usaha dan dapat menjadi perseorangan yang kreatif, inovatif dan kompetitif.

Oleh karena itu, untuk menjadi seorang wirausahawan yang bergerak dibidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dibutuhkan syarat dan kriteria sebagai berikut :
•) Memiliki keterampilan akademis, pengetahuan yang riil, dan pendidikan tinggi yang menjadi solusi SDM dalam penguasaan TIK.
•) Memiliki kemampuan dasar dalam bisnis TIK
•) Memahami infrastruktur teknologi bisnis dunia TIK.
•) Mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
•) Memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat untuk tetap optimis dan eksis dalam dunia bisnis.
•) Mampu bersaing secara kompetitif dalam menghadapi persaingan bisnis TIK.
•) Mampu mengahasilkan ide-ide kreatif untuk menciptakan terobosan-terobosan baru dalam dunia bisnis TIK.
•) Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
•) Memiliki nilai kultur yang mendukung inovasi.
•) Memiliki persepsi dan cara pandang/pola pikir yang berorientasi pada masa depan.
•) Memiliki komimten yang tinggi, jelas, terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan), dengan mengidentifikasi cita-cita, harapan dan target-target bisnis yang akan direncanakan.

Semua syarat dan kriteria tersebut harus dapat dimiliki dan dikuasai oleh seorang wirausahawan TIK yang ingin menjalankan bisnisnya. Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan dengan peran aktif dari seorang pengusaha yang dapat menangani semua hal dalam berbagai situasi yang menantang. Jadi pada dasarnya, keberhasilan berbisnis seseorang dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi itu disebabkan oleh kemampuan dari diri seorang pengusaha/wirausahawan itu sendiri dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta keterampilan yang dimilikinya seiring dengan perkembangan dunia bisnis.

Hari Ini Hasil PPDB Jalur Non-NHUN Diumumkan, 121 Ribu Calon Peserta Didik Diterima

Hari Ini Hasil PPDB Jalur Non-NHUN Diumumkan, 121 Ribu Calon Peserta Didik Diterima

Hari Ini Hasil PPDB Jalur Non-NHUN Diumumkan, 121 Ribu Calon Peserta Didik Diterima

Hari Ini Hasil PPDB Jalur Non-NHUN Diumumkan, 121 Ribu Calon Peserta Didik Diterima
Hari Ini Hasil PPDB Jalur Non-NHUN Diumumkan, 121 Ribu Calon Peserta Didik Diterima

Sebanyak 121 ribu calon peserta didik dinyatakan diterima dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK Negeri  pada jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) tahun 2018. Hasil seleksi diumumkan hari ini, Sabtu, 30 Juni 2018 pukul 14.00 WIB.  Pengumuman tersebut dapat dilihat secara daring pada alamat http://ppdb.disdik.jabarprov.go.id dan di masing-masing sekolah tujuan.

 

PPDB tahap pertama terbagi dalam empat jalur, yaitu jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), jalur Penghargaan Maslahat Guru (PMG) & Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), jalur Warga Penduduk Setempat (WPS), jalur Prestasi atau yang disebut dengan jalur Non NHUN.

 

Jumlah Sekolah yang dituju sebanyak 788 yang terdiri dari 504 SMA Negeri dan 284 SMK Negeri. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menetapkan sebesar 15% jalur prestasi dalam Provinsi, 5% jalur prestasi luar provinsi, 20% jalur KETM, 10% jalur WPS dan 5% jalur ABK dan atau PMG. Jumlah pendaftar pada jalur Non NHUN sebanyak 187.859 calon peserta didik terdiri dari 112.777 pendaftar pada jenjang SMA dan 75.082 pendaftar SMK.

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi dari orang tua / calon peserta didik baru dalam PPDB 2018 tahap pertama ini. Ia berharap, setiap jalur yang ada di PPDB tahun ini, dapat mewakili calon peserta didik untuk mendaftar ke sekolah.

 

“Jalur-jalur PPDB yang ada merupakan fasilitas yang bisa diakses pada tahap PPDB pertama

, setelah ini ada tahapan berikutnya yaitu PPDB jalur NHUN. Pesan dari kami, mudah-mudahan semua anak di Jawa Barat bisa sekolah. Kami juga berharap tidak ada siswa yang dirugikan,” ujar Hadadi.

 

Pada PPDB tahun ini, terlihat adanya beberapa jalur yang melebihi kouta pendaftar dan adapula yang kekurangan jumlah pendaftar. Hadadi mengatakan, kelebihan pendaftar pada jalur tertentu tidak menjadi masalah, karena dapat dilimpahkan ke jalur lain yang memiliki kekurangan jumlah pendaftar pada sekolah yang bersangkutan sesuai dengan Juknis PPDB tahun 2018.

 

“Jika ada pemahaman, batas 300 meter untuk jalur WPS selebihnya ditutup pendaftaran, itu tidak benar. Kita tidak ada istilah tutup menutup suatu jalur. Disitulah ada fleksibilitas pelimpahan dari satu jalur ke jalur lainnya sepanjang dalam satu sekolah,” jelas Hadadi.

 

PPDB Jawa Barat, Transparan

 

Dalam kesempatan yang sama Firman Adam mengatakan, keterbukaan data peserta

tersebut dilakukan dalam rangka transparansi pada pelaksanan PPDB. Pada PPDB 2018 Pemerintah Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan menggunakan teknologi dan aplikasi yang lebih transparan, dengan menampilkan data calon peserta didik dan pengumuman hasil seleksi secara daring melalui website resmi PPDB. Hal tersebut sesuai dengan asas PPDB yaitu objektif, transparan, akuntabel dan tidak diskriminatif.

 

Wakil Ketua I PPDB Jawa Barat, Yesa Sarwedi mengatakan, kelebihan dan kekurangan kuota pada jalur tertentu tidak menjadi masalah, karena kuota bisa dilimpahkan ke jalur lain pada sekolah yang sama oleh sistem IT. Pada proses ini total kuota yang dilimpahkan ke jalur NHUN sebanyak 30 ribu karena kuota Non NHUN tidak terisi, sehingga kuota NHUN bertambah 25% dari kuota awal 126 ribu.

 

Pengumuman Hasil Seleksi PPDB 2018 Jalur Non NHUN telah melewati tahapan

pelaksanaan terdiri dari pendaftaran pada 4 hingga 8 Juni 2018, tahap verifikasi dan uji kompetensi pada 25, 26 dan 28 Juni 2018.  Seluruh hasil pendaftaran dan data calon peserta didik dapat diakses peserta melalui website resmi PPDB Jawa Barat http://ppdb.disdik.jabarprov.go.id.

 

Setelah dinyatakan lulus, calon peserta didik yang diterima dapat melakukan daftar ulang mulai hari Senin pada tanggal 2 – 4 Juli 2018. Sesuai Petunjuk Teknis PPDB Tahun Pelajaran 2018/2019, bagi calon peserta didik yang belum diterima pada jalur non-NHUN dapat mendaftar kembali pada sekolah yang sama atau sekolah lain yang diminati melalui jalur NHUN pada tanggal 5, 6, 7, 9, 10 Juli 2018 dengan cara mendatangi sekolah yang dituju dengan membawa dokumen persyaratan yang telah ditentukan.***

 

Baca Juga :

Pendaftaran Ujian Nasional Perbaikan Dimulai 4 Juli hingga 13 Juli 2018

Pendaftaran Ujian Nasional Perbaikan Dimulai 4 Juli hingga 13 Juli 2018

Pendaftaran Ujian Nasional Perbaikan Dimulai 4 Juli hingga 13 Juli 2018

Pendaftaran Ujian Nasional Perbaikan Dimulai 4 Juli hingga 13 Juli 2018
Pendaftaran Ujian Nasional Perbaikan Dimulai 4 Juli hingga 13 Juli 2018

Pendaftaran Ujian Nasional Perbaikan (UNP) akan dimulai pada 4 hingga 13 Juli 2018

dan pelaksanaan UNP diselenggarakan pada 28 hingga 31 Juli 2018. Peserta UNP adalah peserta Ujian Nasional (UN) yang belum memenuhi kriteria pencapaian kompetensi lulusan yang ditetapkan. Standar kompetisi nilai mata pelajaran UN yang ditetapkan yakni 55,0. UNP ini diperuntukan untuk peserta UN tahun pelajaran 2016/2017 dan 2017/2018, pada satuan pendidikan SMA/MA, SMK/MAK atau Paket C sederajat. Sekertariat Ujian Nasional Provinsi Jawa Barat, memberikan beberapa informasi mengenai Ujian Nasional Perbaikan, diantaranya adalah,\r\n1.

UNP dilaksanakan dengan menggunakan ujian komputer (CBT).

2. Gratis, tidak ada biaya pendaftaran dan biaya ujian. 3. Pendaftaran dilakukan di sekolah yang telah ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan UNP. 4. Tempat pelaksanaan UN adalah tempat dimana peserta mendaftar. 5. Nilai yang akan diambil adalah nilai tertinggi dari ujian yang dilakukan. Calon peserta UNP

dapat mengakses informasi tentang UNP

dan melakukan pendaftaran di laman http://unp.kemdikbud.go.id, yang dapat diakses menjelang pendaftaran dibuka.***

 

Sumber :

https://fascinasiansblog.com/doa-sebelum-berangkat-kerja/

Disdik Jabar Gelar Halalbihalal

Disdik Jabar Gelar Halalbihalal

Disdik Jabar Gelar Halalbihalal

Disdik Jabar Gelar Halalbihalal
Disdik Jabar Gelar Halalbihalal

Mochamad Iriawan selaku Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, memberikan

sambutan sekaligus pengarahan pada acara Silaturahmi Idulfitri 1439 H Keluarga Besar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang di gelar di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Provinsi jawa Barat Jalan Dr. Rajiman No.6, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 21 Juni 2018.

Dalam sambutannya, Mochamad Iriawan mengutarakan bahwa pendidikan

merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan dan tidak lepas dari tiga pilar yang saling berkaitan.

“Kita tidak terlepas dari tiga pilar, pertama pemerataan dan penguatan akses pendidikan. Pendidikan adalah hal paling utama dalam kehidupan. Jika kita tidak memajukan pendidikan, maka Sumber Daya Manusia (SBM) kita akan menjadi SBM yang terbelakang, ini menjadi catatan atau pilar kita bagaimana masyarakat bisa maju. Hal kedua, adalah peningkatan mutu dan budaya saing mutu pendidikan, dan yang ketiga adalah penguatan tata kelola akutanbilitas dan citra sekolah,” ujar Mochamad Iriawan.

Netty Heryawan yang turut hadir dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini, memiliki pandangan yang sejalan dengan Mochamad Iriawan yang menyatakan bahwa pencapaian dan kebijakan pendidikan dari Gubernur terdahulu dapat dilanjutkan, sehingga dapat mewujudkan cita-cita yang sudah diimpikan pemimpin-pemimpin terdahulu.

“Solidaritas dan komitmen harus terus dibangun guna membangun dan memajukan proses pendidikan di Jawa Barat, karena inilah sejatinya yang akan terus menjadi referensi bagi peradaban bangsa kita untuk kedepannya,” ujar Netty***

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/sejarah-olahraga-lompat-jauh/

SMKN 1 Cikalongkulon Raih Prestasi “Sekolah Pencetak Wirausaha 2018”

SMKN 1 Cikalongkulon Raih Prestasi Sekolah Pencetak Wirausaha 2018

SMKN 1 Cikalongkulon Raih Prestasi “Sekolah Pencetak Wirausaha 2018”

SMKN 1 Cikalongkulon Raih Prestasi Sekolah Pencetak Wirausaha 2018
SMKN 1 Cikalongkulon Raih Prestasi Sekolah Pencetak Wirausaha 2018

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur meraih

prestasi “Sekolah Pencetak Wirausaha 2018” dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Maret 2019. Sebanyak 5 siswa mendapatkan penghargaan sebagai Tutor Teman Sebaya atas penghasilan yang diraih per tiga bulan.

Kelima siswa tersebut adalah Eddy Hermawan, siswa jurusan Teknologi Pengelolaan Hasil Pertanian, Fitri Anita Rahman (Agrobisnis Ternak Unggas), Muhammad Rizki Hermawan (Teknik Komputer Jaringan), Ratna Sari (Adiministrasi Publik), dan Wida Rosidawati (Agrobisnis Ternak Unggas).

Dalam menjalankan usaha di bidang jasa pembayaran, penghasilan Eddy mencapai Rp.10.819.000.

Sedangkan Fitri yang mengembangkan usaha di bidang busana meraih pendapatan Rp.23.340.000. Serupa dengan Eddy, Rizky yang membuka usaha di bidang jasa pembayaran meraup penghasilan Rp.11.745.000.

Sedangkan siswa lainnya, Ratna yang berwirausaha di bidang busana dan jasa pembayaran, mendapat keuntungan Rp.5.858.000. Selanjutnya Wida Rosita Wati yang membuka usaha di bidang kuliner dengan menggunakan bahan utama telur puyuh, mendapat keuntungan Rp.6.069.000.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Cikalongkulon, Sumariyah menjelaskan, kewirausahaan

adalah aspek pembelajaran yang dikembangkan sekolah ini. “Kita berupaya mewadahi siswa yang akan berwirausaha. Karena, tidak semua siswa yang baru lulus langsung terjun ke dunia kerja,” tuturnya saat dihubungi via daring, Senin (22/4/2019).

Sumariyah menegaskan, pihaknya berkomitmen mencetak lulusan yang mampu mandiri secara finansial sedini mungkin melalui bidang wirausaha. Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah yang berdiri tahun 2004 itu mengadakan program “Enterpreneur Day”. Program ini bertujuan menjadikan sekolah sebagai “pasar kaget” bagi siswa yang ingin berwirausaha. Kegiatan ini diadakan seminggu sekali. “Kantin pun ditutup pada hari itu agar semua kebutuhan siswa bisa diperoleh melalui mereka yang berwirausaha,” katanya.

Guna mengembangkan ilmu wirausaha, pihak sekolah juga membentuk tim pengembangan kewirausahaan, dibina salah seorang guru SMKN 1 Cikalongkulon, Etin Sukmawati. Salah satu programnya, yaitu Warung Praktek Kewirausahaan. Program ini mengajak siswa untuk menganalisis kebutuhan masyarakat sekitar.***

 

Baca Juga :

Zonasi Mampu Petakan Pendidikan di Daerah

Zonasi Mampu Petakan Pendidikan di Daerah

Zonasi Mampu Petakan Pendidikan di Daerah

Zonasi Mampu Petakan Pendidikan di Daerah
Zonasi Mampu Petakan Pendidikan di Daerah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi

menjelaskan bahwa sistem zonasi dalam penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bisa menjadi acuan, sekaligus memetakan persoalan pendidikan yang ada di daerah.

“Dengan sistem zonasi dalam PPDB ini, akhirnya kita akan tahu persoalan pendidikan. Misalnya terkait sebaran dan kualitas guru, sarana dan prasarana (gedung sekolah) maupun kurikulumnya,” ujar Mendikbud saat ditemui di Malang, Jawa Timur, seperti dilansir Kantor Berita Antara, Kamis (18/4/2019).

Oleh karena itu, ia meminta zonasi PPDB 2019 ditaati oleh semua sekolah negeri. Sebab, zonasi PPDB bisa mengetahui persoalan pendidikan yang dihadapi di daerah.
Muhadjir mencontohkan, di satu kecamatan ternyata sekolah menengah pertama (SMP)-nya kurang. Sehingga, banyak siswa di wilayah tersebut yang terpaksa sekolah di tempat lain.

“Oleh karena itu, kalau ke daerah-daerah biasanya saya sambil melihat kondisi di lapangan.

Misal, ada sekolah yang ternyata gurunya semua pegawai negeri sipil (PNS), tapi ada sekolah lain di kecamatan tersebut yang PNS hanya kepala sekolah sedangkan guru-gurunya masih honorer. Padahal, harusnya berimbang,” tuturnya.

Berdasarkan data di lapangan, Mendikbud juga menemukan bahwa sekolah di Babat, Lamongan hanya memiliki siswa kurang dari 40 orang. “Kalau kondisinya seperti itu, perlu ada pengelompokan ulang sekolah, relokasi atau membangun sekolah baru karena ada blank spot (titik hampa)  sekolah,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Muhadjir, agar daerah taat aturan PPDB, ia mengeluarkan Permendikbud No. 51/2018 yang dikeluarkan Januari 2019 tentang PPDB 2019. Dengan demikian, ada waktu lima bulan untuk asistensi PPDB di provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia.

Bahkan, lanjutnya, di Kemendikbud sekarang ada semacam unit yang memantau

/asistensi mengenai zonasi PPDB di daerah. Dengan harapan ditaati karena manfaatnya banyak. “Jika tidak ditaati, semua instrumen dari Kemenkeu bisa dipakai Kemendikbud terkait anggaran sebagai reward (penghargaan) dan punishment (hukuman),” tuturnya.

Jika dilanggar, kata Muhadjir, pasti ada sanksi yang diberikan kepada daerah bersangkutan. Mulai dari teguran, peringatan keras hingga penanganan khusus yang berkaitan dengan anggaran.

“Kami juga punya data mengenai kepala daerah yang peduli maupun yang tidak peduli terhadap pendidikan. Sehingga, bisa diketahui mana daerah yang perlu diintervensi Kemendikbud,” tutupnya

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Wagub akan Evaluasi Sekolah Swasta yang Pungut Biaya Pendaftaran Terlalu Tinggi

Wagub akan Evaluasi Sekolah Swasta yang Pungut Biaya Pendaftaran Terlalu Tinggi

Wagub akan Evaluasi Sekolah Swasta yang Pungut Biaya Pendaftaran Terlalu Tinggi

Wagub akan Evaluasi Sekolah Swasta yang Pungut Biaya Pendaftaran Terlalu Tinggi
Wagub akan Evaluasi Sekolah Swasta yang Pungut Biaya Pendaftaran Terlalu Tinggi

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhannul Ulum menegaskan,

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan mengevaluasi sekolah swasta yang memungut biaya pendaftaran terlalu besar kepada pendaftar saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 ini.

“Kita mendapat laporan ada beberapa sekolah swasta yang memungut biaya pendaftaran mulai dari belasan bahkan sampai 50 jutaan. Menurut saya, itu terlalu besar. Padahal, sekolah swasta juga sudah diberi bantuan oleh pemerintah,” ucap Wagub saat memantau pelaksanaan PPDB di SMAN 1 CImahi, Jln. Pacinan No. 22A, Kota Cimahi, Jumat (20/6/2019).

Wagub menjelaskan, pihaknya khawatir jika pengelolaan pendidikan di sekolah disusupi

unsur bisnis yang berlebihan dan mengabaikan kebutuhan masyarakat untuk mengakses pendidikan. “Sah-sah saja jika ada pungutan, namun harus realistis dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Namun, lanjutnya, sampai saat ini pihaknya belum menegur langsung sekolah terkait. Pihaknya akan meminta keterangan pihak sekolah terlebih dahulu.

Meski sekolah negeri di Jabar memiliki kuota terbatas dalam PPDB, namun Wagub

mengimbau masyarakat agar tetap menyekolahkan anaknya, khususnya bagi mereka yang tidak lolos ke sekolah negeri. “Masih ada banyak sekolah swasta dan juga pesantren. Yang pasti jangan diamkan anak, mereka harus sekolah. Jangan sampai misalnya, mempekerjakan anak padahal masih usia sekolah,” tegasnya.

Menurut Wagub, menuntut ilmu adalah investasi penting dan bermanfaat. “Bukan hanya untuk pribadi, tapi juga untuk masyarakat,” pungkasnya.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :