Rapat Koordinasi Pelestarian Situs Pataan

Rapat Koordinasi Pelestarian Situs Pataan

Rapat Koordinasi Pelestarian Situs Pataan

Rapat Koordinasi Pelestarian Situs Pataan

 

BPCB Jawa Timur

Tadi pagi dilaksanakan rapat koordinasi antara BPCB Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan di Kantor Bupati Lamongan, terkait dengan kegiatan ekskavasi dan membahas langkah-langkah strategis pelestarian Situs Pataan ke depan.

Andi Muhammad Said, M.Hum, selaku Kepala BPCB Jawa Timur

Pihak BPCB Jawa Timur dihadiri langsung oleh Andi Muhammad Said, M.Hum, selaku Kepala BPCB Jawa Timur, sedangkan pihak Pemerintah Kabupaten Lamongan dihadiri oleh H. Fadeli selaku Bupati Lamongan.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir pula jajaran pimpinan di lingkup Kabupaten Lamongan, di antaranya seperti : Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Litbang. Tidak ketinggalan hadir pula Camat Sambeng, Kepala Dusun Pataan, dan Komunitas Laskar Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Muhammad Said, M.Hum memaparkan hasil kegiatan ekskavasi yang telah dilakukan pada tahun 2019, yang kemudian mendapat tanggapan positif dari Bupati Lamongan.

Bupati Lamongan

Selanjutnya, Bupati Lamongan memerintahkan agar jajarannya segera menyusun “road map” sebelum melaksanakan langkah-langkah strategis pelestarian dan pengembangan Situs Pataan, yang sedapat mungkin dilaksanakan di tahun 2019 ini juga. (WicaksonoDN).

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Sosialisasi UU Cagar Budaya

Sosialisasi UU Cagar Budaya

Sosialisasi UU Cagar Budaya

Sosialisasi UU Cagar Budaya

Balai Pelestarian Cagar Budaya

Dewasa ini, masih terjadi fenomenal ekskavasi liar yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab tanpa melibatkan arkeolog maupun instansi berwenang. Meskipun ekskavasi tersebut bertujuan menyelamatkan objek, namun jika tidak dilakukan secara sistematis sesuai kaidah ekskavasi, maka dapat dikatakan hal tersebut sebagai bagian merusak objek Cagar Budaya (CB) maupun objek diduga cagar budaya (ODCB).

Hal ini menjadi fenomenal yang perlu ditindak secara serius oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Oleh sebab itu pada setiap kegiatan ekskavasi di Jawa Timur, Andi Muhammad Said, M.Hum selaku Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur mewajibkan adanya sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

BPCB Jawa Timur

Kamis (25/7) lalu, BPCB Jawa Timur melakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said, M.Hum, Kepala Desa Watesari, Sukisno, Camat Balongbenda, dan perangkat Desa Watesari, perwakilan dari Dinas Kabupaten Sidoarjo, komunitas penggiat budaya dan masyarakat sekitar.

Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang regulasi yang berlaku pada Situs Mbah Sukirman. Situs Mbah Sukirman adalah salah satu situs yang telah diekskavasi oleh Tim BPCB selama 4 hari (15-19 Juli 2019). Berdasarkan laporan dari masyarakat tentang adanya temuan sumur kuno di sekitar makam Mbah Sukirman. Hasil ekskavasi telah memperlihatkan adanya struktur berbahan bata berbentuk pondasi. Selain itu, tinggalan yang berada di situs ini berupa tembikar bertekstur halus (tingkat pembakaran tinggi), tembikar bertekstur kasar (tingkat pembakaran rendah), porselen, stoneware maupun terakota. Hal ini dianggap memiliki nilai penting sehingga perlu dilakukan sosialisasi.

Manfaat diadakannya sosialisasi yaitu agar masyarakat memahami tentang pengertian Cagar Budaya dan prosedur yang perlu dilakukan sehingga situs tersebut dapat dikatakan sebagai Cagar Budaya. Hal tersebut tertuang pada UU Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 Pasal 1 ayat 1 yaitu : Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaanya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan”.

Setelah diberikan pemahaman tentang pengertian cagar budaya, lalu masyarakat diberi pemahaman prosedur yang dilakukan apabila menemukan benda yang diduga cagar budaya. Selain melapor ke pihak berwenang terdekat dalam hal ini perangkat desa, melaporkan ke instansi terkait yang berwenang dalam pelestarian cagar budaya untuk dilakukan peninjauan.

BPCB/Tim Ahli Cagar Budaya (TACB)

Setelah dilakukan peninjaun, maka selanjutnya dilakukan kajian oleh BPCB/Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Setelah hasil kajian yang dilakukan dianggap objek tersebut penting, maka dilakukan pendaftaran untuk proses penetapan. Adapun bagian yang berwenang dalam proses penetapan, telah tertuang pada UU Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 Pasal  33 ayat 1 yang berbunyi : Bupati/wali kota mengeluarkan penetapan status Cagar Budaya paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah rekomendasi diterima dari Tim Ahli Cagar Budaya yang menyatakan benda, bangunan, struktur, lokasi, dan/atau satuan ruang geografis yang didaftarkan layak sebagai Cagar Budaya”Setelah dilakukan proses penetapan, maka pemilik cagar budaya dalam hal ini orang yang menemukan/melaporkan memiliki 2 manfaat yaitu surat keterangan status Cagar Budaya dan  surat keterangan kepemilikan.

Setelah pemaparan UU Cagar Budaya disampaikan, selanjutnya peserta diberi kesempatan mengajukan 5 pertanyaan kepada setiap narasumber. Semoga dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, masyarakat menyadari dan menindaklanjuti adanya penggalian liar yang dilakukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, yang dapat merusak konteks objek serta menghilangkan data aslinya. Manfaat sosialisasi ini juga menjadi wadah pemersatu antar stakeholder guna melestarikan benda cagar budaya demi keberlangsungan jati diri bangsa. (Oshin).

 

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

Waduh! Jakarta Diperkirakan Mengalami Kekurangan Guru di 2022, e-Learning Jadi Solusi

Waduh! Jakarta Diperkirakan Mengalami Kekurangan Guru di 2022, e-Learning Jadi Solusi

Waduh! Jakarta Diperkirakan Mengalami Kekurangan Guru di 2022, e-Learning Jadi Solusi

Waduh! Jakarta Diperkirakan Mengalami Kekurangan Guru di 2022, e-Learning Jadi Solusi
Waduh! Jakarta Diperkirakan Mengalami Kekurangan Guru di 2022, e-Learning Jadi Solusi

Ibu Kota Jakarta diperkirakan akan mengalami kekurangan tenaga pengajar pada 2022

. Pasalnya, sekira 2.500 guru di DKI Jakarta pensiun setiap tahun. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Ardianto, Rabu (30/8/2017).

“Rata-rata pensiun setiap tahunnya 2.500 orang. Saya sudah hitung, pada 2022 DKI Jakarta bisa krisis guru,” kata Sopan di Jakarta.

Demi mengatasi hal tersebut, ia mengatakan perlu adanya terobosan dan inovasi baru untuk mencegah kekurangan tenaga pendidik di DKI Jakarta.

Sopan berpendapat mengatasi kurangnya guru di DKI Jakarta tidak hanya

dengan menambah jumlah guru baru, melainkan dengan mengubah konsep yang sesuai perkembangan teknologi masa depan.

“Apakah tetap menggunakan konsep-konsep lama bahwa sekolah harus ada guru, atau seperti pendidikan dari jarak jauh, e-learning,” ungkapnya.

Namun, Sopan mengakui hingga kini dirinya belum bisa memberi gambaran mengenai solusi terkait masalah kekurangan guru yang akan datang. Sebab, kata dia, pihaknya masih menunggu pergantian jabatan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 dalam waktu dekat.

Konsep pendidikan yang beralih pada e-learning juga pernah dikatakan oleh Menteri Riset,

Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir. Ia mengatakan, sistem perkuliahan e-learning yang dimulai dari perpustakaan akan lebih banyak menyediakan referensi literasi berbasis digital.

Ia meramalkan, masa depan sistem pendidikan akan berorientasi tanpa penggunaan kertas. Perkembangan perguruan tinggi di masa mendatang, lanjut dia, juga tak lagi mengandalkan gedung-gedung sebagai pusat kegiatan perkuliahan. Melainkan berubah menjadi basis teknologi informasi.

“Mimpi perguruan tinggi tidak seperti ini, ke depan pasti jadi classroomless, borderless, sudah berbasis teknologi informasi. Dengan begitu maka ruang kelas jadi tidak penting lagi,” kata Nasir

 

Baca Juga :Baca Juga :

Selamat! Aktivis Pendidikan Malala Yousafzai Diterima di Oxford

Selamat! Aktivis Pendidikan Malala Yousafzai Diterima di Oxford

Selamat! Aktivis Pendidikan Malala Yousafzai Diterima di Oxford

Selamat! Aktivis Pendidikan Malala Yousafzai Diterima di Oxford
Selamat! Aktivis Pendidikan Malala Yousafzai Diterima di Oxford

Setelah mengecap pengalaman sebagai advokat hak asasi manusia dan pendidikan,

kini gadis Pakistan Malala Yousafzai akan menempuh pendidikan tingginya di salah satu universitas bergengsi dunia.

Pasalnya, gadis yang peduli akan hak pendidikan di seluruh dunia tersebut telah diterima menjadi mahasiswa di Universitas Oxford, Inggris.

Melansir dari Time, Jumat (18/8/2017), kabar gembira tersebut diungkapkan Malala melalui cuitan akun twitternya, Kamis 17 Agustus 2017.

“Begitu bersemangat untuk berangkat ke Oxford!! Selamat untuk semua siswa tingkat A,

(ini akan) menjadi tahun tersulit. Doakan yang terbaik untuk ke depannya,” tulisnya.

Cuitan akun twitternya tersebut juga bersamaan dengan screenshot penerimaan ke Oxford jurusan Filosofi, Politik, dan Ekonomi.

Malala sendiri telah malang melintang di dunia pendidikan. Dulu, ketika ia masih berusia 15 tahun, Malala adalah seorang blogger yang hampir dibunuh oleh tentara Taliban ketika Malala sedang gencar berusaha untuk mewujudkan pendidikan anak perempuan di Pakistan.

Kemudian, di tahun 2014, ia menjadi orang termuda yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian

dan sejak itu menjadi simbol perjuangan untuk hak asasi manusia dan pendidikan.

Malala juga menjadi orang termuda yang diberi nama utusan perdamaian oleh PBB pada April lalu. Sementara pada Maret, dilaporkan bahwa Malala telah menerima tawaran bersyarat untuk belajar Filsafat, Politik dan Ekonomi di Lady Margaret Hall Oxford jika dia meraih tiga nilai A.

Seperti diketahui, mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto, yang dibunuh pada 2007, juga belajar di Lady Margaret Hall, Oxford.

Bagi Malala, menyesuaikan antara pendidikannya di perguruan tinggi sekaligus menjadi advokat hak asasi manusia dan pendidikan adalah sebuah tantangan tersendiri.

“Ini menantang. Karena saya mendapatkan pendidikan saya sendiri. Saya harus pergi ke sekolah. Saya harus mengerjakan PR saya. Saya harus ujian. Saya punya guru,” ungkapnya. “Tetapi kemudian, ketika saya pulang dari sekolah, saya memiliki kehidupan lain, di mana saya memiliki banyak hal untuk dilakukan,” tandasnya.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21236/pengertian-akhlak

Full Day School Tidak Wajib Diterapkan

Full Day School Tidak Wajib Diterapkan

Full Day School Tidak Wajib Diterapkan

Full Day School Tidak Wajib Diterapkan
Full Day School Tidak Wajib Diterapkan

Presiden Joko Widodo menegaskan sekolah selama lima hari yang tercantum

dalam sistem belajar delapan jam sehari selama lima hari atau dikenal Full Day School (FDS) tidak wajib diterapkan di setiap sekolah.

Pernyataan itu dikatakan melalui cuitan akun twitter resmi Presiden Jokowi.

“Saya tegaskan lagi: tidak ada keharusan untuk 5 hari sekolah.

Yang selama ini 6 hari silakan lanjutkan. Tidak perlu berubah,” kata Jokowi melalui akun twitter resmi @jokowi, Senin (14/8/2017).

Namun, ia melanjutkan, sekolah-sekolah yang sudah dan mau menerapkan sistem full day school tetap diperbolehkan.

“Asalkan, diterima masyarakat dan tokoh agama setempat,” imbuhnya.

Intinya, lanjut Jokowi, program pendidikan karakter berupa full day school

tersebut bersifat fleksibel.

“Program pendidikan karakter full day school, fleksibel. Yang terpenting pendidikan anak didik tetap berkualitas,” tandasnya.

Seperti diketahui sistem pembelajaran delapan jam perhari selama lima hari yang dikenal dengan Full Day School (FDS) kerap menjadi sorotan nasional belakangan ini dan selalu menjadi isu pendidikan yang banyak dibahas.

Program pendidikan karakter tersebut digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama dengan Presiden Joko Widodo. Bahkan, aturan sistem belajar tersebut telah tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 yang akan digantikan oleh Perpres.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21235/contoh-teks-eksplanasi

Kulit Kentang yang Kaya Nutrisi

Kulit Kentang yang Kaya Nutrisi

Kulit Kentang yang Kaya Nutrisi

Kulit Kentang yang Kaya Nutrisi
Kulit Kentang yang Kaya Nutrisi

 

Banyak orang yang tidak mengikutsertakan kulit

kentang saat mengkonsumsinya. Padahal tahukah Anda bahwa kulit kentang mengandung begitu banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bahkan, bila dibandingkan

kulit kentang memiliki lebih banyak nutrisi daripada daging kentangnya sendiri.
Kulit kentang mengandung vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium dan nutrisi lainnya. Kulit kentang juga merupakan sumber serat yang cukup tinggi yaitu sekitar 2 gram per ons.

Jika Anda mengonsumsi satu buah kentang

yang dipanggang lengkap dengan kulitnya, maka Anda akan mendapatkan hampir 4 gram serat, 2 miligram zat besi dan 926 gram potassium.
Bahkan di Eropa, kulit kentang sering dijadikan sebagai camilan atau hidangan pembuka. Dan biasanya dihidangkan bersama daging, keju panggang atau saus salsa.
Jadi tunggu apalagi, jangan buang kulit kentang Anda. Dan jangan lupa mencuci bersih kentang sebelum diolah.​

Baca Juga : 

Kereta Api Sore

Kereta Api Sore

Kereta Api Sore

Kereta Api Sore
Kereta Api Sore

Disuatu sore, aku tengah berada di sebuah kereta api jurusan Moungli

Di depan tempatku duduk, ada seorang pemuda bersama sang ayah. Pemuda itu kelihatan sudah cukup dewasa.

Setiap saat dalam perjalanan, ia selalu saja memandang ke arah luar jendela kereta api. “Ayah-ayah lihat, pohon-pohon itu sedang berlarian mengikuti kita”, ujarnya dengan histeris.

 

Tak jauh dari tempatku berada

tampak sepasang muda-mudi duduk berdekatan. Mereka seakan heran melihat tingkah aneh pemuda tersebut. Bagaimana tidak, untuk ukuran seusianya, tingkah pemuda itu seakan tampak kekanak-kanakan sekali.

Seolah tak peduli dengan tatapan-tatapan heran penumpang lain, pemuda itu tetap saja asik dengan apa yang dilihatnya, “Ayah lihatlah, awan itu seperti melayang-layang mengikut kita yah!”

 

Mungkin karena sudah tidak sabar

salah seorang dari sepasang anak muda tadi bertanya kepada Ayah dari pemuda itu. “Kalau boleh tahu, mengapa Anda tidak membawa putra Anda itu menemui seorang dokter? mungkin ia bisa memmbantu putera Anda.”

Sambil tersenyum ringan, sang Ayah berkata. “Sebenarnya kami ini baru saja dari sebuah rumah sakit ternama di kota. Dan Anda benar, dokter dapat membantunya. Sekarang, ia sudah dapat melihat kembali setelah mengalami kebutaan waktu masih kecil.”

***

Kawan, di dunia ini setiap manusia memiliki kisahnya masing-masing. Sungguh sangat tidak bijaksana sekali jika kita memberikan penilaian terhadap orang lain sebelum kita mengenalnya masalahnya terlebih dahulu. Kadang kala sebuah kebenaran boleh jadi mengejutkan kita.

Sumber : https://merekbagus.co.id/

Inovasi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Inovasi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Inovasi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Inovasi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja
Inovasi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Dari sekian banyak penemuan yang telah dilakukan, ternyata ada beberapa inovasi yang hingga saat ini banyak digunakan ditemukan karena kecelakaan. Apa sajakah itu?

 

Smart Dust

Jamie Link, seorang mahasiswi Universitas California sedang mengerjakan chip silikon untuk proyeknya yang kemudian meledak. Kemudian ia menyadari kalau debu hasil ledakan tersebut dapat berfungsi sebagai sensor. Setelah memenangkan Kompetisi Inovator Collegiate 2003, sensor debu tersebut dikembangkan dan digunakan untuk melacak kandungan berbahaya di udara, seperti gas kimia, agen biologis, kejernihan air, bahkan dapat melacak dan menghacurkan sel tumor di dalam tubuh.

 

Penisilin

Penemuan terbaik sepanjang masa yang terjadi secara tidak sengaja, setelah Alexander Fleming meninggalkan tempat kerjanya yang kotor selama 24 jam pada tahun 1928. Ketika ia kembali, beberapa bahan organik telah ditumbuhi oleh jamur. Kejadian aneh ketika tidak ada bakteri yang tumbuh disekitarnya. Penisilin inilah, antibiotik pertama yang digunakan secara luas.

Coca Cola

Dari semua penemuan bahan makanan, Coca Cola adalah yang paling terkenal. Ketika John Pemberton, seorang apoteker dari Atlanta berusaha membuat obat untuk sakit kepala, ternyata ia telah menghasilkan sebuah formula, yang hingga kini masih menjadi rahasia. Setelah berjalan 8 tahun,minuman ini akhirnya dibotolkan dan dikomersilkan secara luas hingga saat ini.

Karet Vulkanisir

Charles Goodyear selalu mengalami kegagalan untuk membuat karet yang tahan terhadap suhu panas maupun dingin. Secara tidak sengaja menumpahkan timah, sulfur, dan campuran karet ke atas tungku panas, campuran tersebut langsung hangus tetapi tidak hancur, mudah dipotong tetapi tetap keras. Terobosan tersebut telah menghasilkan ban kendaraan, sepatu, wadah-wadah, dll. 5. Penisilin

Penemuan terbaik sepanjang masa yang terjadi secara tidak sengaja, setelah Alexander Fleming meninggalkan tempat kerjanya yang kotor selama 24 jam pada tahun 1928. Ketika ia kembali, beberapa bahan organik telah ditumbuhi oleh jamur. Kejadian aneh ketika tidak ada bakteri yang tumbuh disekitarnya. Penisilin inilah, antibiotik pertama yang digunakan secara luas.

Super Glue

Terjadi masih pada zaman perang tahun 1942, ketika para ilmuwan hanya memikirkan bagaimana cara membuat senjata yang lebih baik. Dr. Harry Coover sedang bekerja dengan bahan Cyanoacrylate di laboratorium Eastman Kodak ketika ia membuat bahan yang terlalu lengket untuk digunakan. Dia melemparnya hingga menempel di tembok. Bahkan setelah perang selesai, ia baru menyadari kalau bahan yang ia lempar sebelumnya masih menempel dengan kuat dan usaha yang dia lakukan untuk melepasnya dengan tangan selalu gagal. Setelah meyakinkan atasannya, pada tahun 1985, Eastman 910 atau yang biasa dikenal umum dengan nama Krazy Glue, mulai dipasarkan.

Sumber : https://how.co.id

Ini Dia Cara Gratis untuk Hidup Sehat

Ini Dia Cara Gratis untuk Hidup Sehat

Ini Dia Cara Gratis untuk Hidup Sehat

Ini Dia Cara Gratis untuk Hidup Sehat

Cara Gratis Untuk Hidup Sehat

Siapa bilang hidup sehat harus mahal? Tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis, Anda juga bisa hidup dengan sehat. Ada beberapa cara gratis yang bisa Anda lakukan agar memiliki kesehatan yang baik.

Berikut cara-cara hidup sehat yang tidak perlu mengeluarkan biaya, seperti dilansir Menshealth, Jumat (7/12/2012):

1. Bersosialisasi

Sebuah studi di Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria berusia 70-an tahun yang memiliki hubungan sosial yang baik memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kerusakan atau penyakit jantung.

2. Menarik Napas Dalam

Studi dari Health Psychology menemukan bahwa orang dewasa sehat dengan tingkat kebencian atau tidak sabar memiliki fungsi paru-paru yang rendah. Para peneliti berpikir bahwa penurunan nilai tersebut akan terakumulasi secara bertahap selama bertahun-tahun hingga akhirnya merugikan kesehatan.

Untuk mengatasinya, sering-seringlah menarik napas dalam dengan hitungan 10 kali. Hal ini bisa mencegah terjadinya penurunan fungsi paru-paru.

3. Berjemur Sinar Matahari

Sebuah studi baru-baru ini dipimpin oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria yang memiliki kadar vitamin D yang rendah dua kali lebih mungkin mengalami serangan jantung.

Dengan mandi atau berjemur matahari di bawah jam 10 pagi atau setelah jam 15 (jam 3 sore) bisa menjadi salah satu cara mencegah penyakit mematikan tersebut.

4. Berhubungan Seks yang Sehat

Penelitian dari Wilkes University menunjukkan bahwa berhubungan seks sehat sekali atau dua kali seminggu dapat meningkatkan level imunoglobulin A, yaitu sebuah antibodi yang melindungi tubuh terhadap flu dan infeksi lainnya.

5. Tidur yang Cukup

Peneliti Stanford menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 8 jam sehari, memiliki indeks massa tubuh atau BMI yang berbanding terbalik dengan durasi tidur. Dengan kata lain, orang dengan waktu tidur pendek lebih cenderung untuk menjadi gemuk.

Tidur dengan waktu singkat juga terkait dengan rendahnya tingkat leptin (hormon yang menekan nafsu makan) dan tingkat ghrelin lebih tinggi (zat kimia yang merangsang nafsu makan). Inilah yang menyebabkan orang yang kurang tidur menjadi lebih banyak makan.

6. Olahraga dan Bergerak

Melakukan olahraga yang tidak mengeluarkan biaya seperti jogging atau jalan kaki sudah bisa membuat tubuh Anda sehat dan mencegah menumpuknya lemak dan kalori.

Baca Juga Artikel Lainnya:

ILMIAH DAN NON ILMIAH

ILMIAH DAN NON ILMIAH

ILMIAH DAN NON ILMIAH

ILMIAH DAN NON ILMIAH

Hakikat dan Karakteristik Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik.
Tujuan penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian.
Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, menulis karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberi kepuasan intelektual, di samping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.

Ciri-ciri Karya Ilmiah

Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu:

1. Struktur Sajian Karya Ilmiah Sangat Ketat

Biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

2. Komponen Karya Ilmiah

Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

3. Sikap Penulis Dalam Karya Ilmiah

Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

4. Bahasa yang Digunakan Dalam Karya Ilmiah

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Macam-macam Karya Ilmiah

a. Artikel Ilmiah Popular
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.

Contoh kata ilmiah kata popular :
analogi kiasan
anarki kekacauan
bibliografi daftar pustaka
biodata biografi singkat
definisi batasan
diskriminasi perbedaan perlakuan
eksentrik aneh
final akhir
formasi susunan
format ukuran
friksi bagian, pecahan
indeks penunjuk
konklusi kesimpulan
kontemporer masa kini, mutakhir
kontradiksi pertentangan
menganalisa menguraikan
prediksi ramalanpasien orang sakit

b. Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya.
Artikel ilmiah bukan sembarangan artikel, dan karena itu, jurnal-jurnal ilmiah mensyaratkan aturan sangat ketat sebelum sebuah artikel dapat dimuat. Pada setiap komponen artikel ilmiah ada pehitungan bobot. Karena itu, jurnal ilmiah dikelola oleh ilmuwan terkemuka yang ahli dibidangnya. Jurnal-jurnal ilmiah terakredetasi sangat menjaga pemuatan artikel. Akredetasi jurnal mulai dari D, C, B, dan A, dan atau bertaraf internasional. Bagi ilmuwan, apabila artikel ilmiahnya ditebitkan pada jurnal internasional, pertanda keilmuawannya ‘diakui’.

c. Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

d. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.

e. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.

f. Kertas Kerja
Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.

g. Makalah
Lazimnya, makalah dibuat melalui kedua cara berpikir tersebut. Tetapi, tidak menjadi soal manakala disajikan berbasis berpikir deduktif (saja) atau induktif (saja). Yang penting, tidak berdasar opini belaka.
Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun, bobot akademik atau bahasan keilmuannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya, makalah yang dibuat oleh ilmuwan dibanding skripsi mahasiswa.

Sikap Ilmiah

Istilah sikap dalam bahasa Inggris disebut “Attitude” sedangkan istilah attitude sendiri berasal dari bahasa latin yakni “Aptus” yang berarti keadaan siap secara mental yang bersifat untuk melakukan kegiatan. Triandis mendefenisikan sikap sebagai : “ An attitude ia an idea charged with emotion which predis poses a class of actions to aparcitular class of social situation” .
Rumusan di atas diartikan bahwa sikap mengandung tiga komponen yaitu komponen kognitif, komponen afektif dan komponen tingkah laku. Sikap selalu berkenaan dengan suatu obyek dan sikap terhadap obyek ini disertai dengan perasaan positif atau negatif. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu kesiapan yang senantiasa cenderung untuk berprilaku atau bereaksi dengan cara tertentu bilamana diperhadapkan dengan suatu masalah atau obyek.

Kesalahan Dalam Penulisan Karya Ilmiah

Rata-rata kesalahan penulisan karya ilmiah yang menghambat penyelesaiannya adakan dikarenakan ‘tidak konsisten’ dalam penulisan. Bentuk ketidak konsisten itu menyangkut banyak hal, dapat berupa diksi, teknik mengutip, atau bahkan alur berpikir sendiri.
Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :
– salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
– salah dalam menyusun struktur pelaporan,
– salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
– salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan,
– penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
– tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri),
– tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang berubah)

Pengertian Non Ilmiah

Karangan non ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri Karangan Non Ilmiah:

a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.

Contoh Karangan Nonilmiah:

Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman adalah contoh karangan nonilmiah. Berikut penulis kutipkan cuplikan novel Hantu Jeruk Purut karya Yennie Hardiwidjaja dan synopsis telenovela Maria Mercedes.

Perbedaan

Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis_menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.

1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.

2. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah_langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.

3. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan- perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel, feature,kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.

Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Tabel Periodik Karya nonilmiah bersifat:

(1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi,

(2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative,

(3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan

(4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.