Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk
Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

1980 – 1989: Berfokus pada inti

Pada awal tahun 1980-an, Unilever merupakan perusahaan terbesar ke-26.

Minatnya termasuk plastik, kemasan, perkebunan tropis, dan maskapai pelayaran, serta beragam makanan, produk perawatan rumah dan pribadi.

Di awal dekade ini, dengan strategi perubahan yang berani, Unilever memutuskan untuk berfokus pada area produk inti dengan pasar yang kuat dan potensi perkembangan yang sama kuatnya. Rasionalisasi yang diperlukan berujung pada akuisisi besar dan divestasi yang sama besarnya, termasuk penjualan makanan hewan, bisnis pengemasan, pengangkutan, dan peternakan ikan. Tetapi pada tahun 1989 hasil perkembangan bisnis inti sangat besar.

Peristiwa penting

1982

Kue es krim Viennetta diluncurkan pertama kali, diawali di Inggris sebagai sajian khusus Natal.

1983

Semprotan tubuh Axe untuk pria (Lynx di Inggris) diluncurkan pertama kali, diawali di Perancis.

1984

Unilever mengumumkan Strategi Bisnis Intinya dan akuisisi besar serta pelepasan mengikuti selama beberapa dekade.

Brooke Bond diakuisisi dalam pengambilalihan bersengketa yang pertama bagi Unilever.

1985

Unipath meluncurkan alat penguji kehamilan di rumah, Clearblue, yang dijual melalui outlet farmasi di Inggris.

1986

Akuisisi Naarden menggandakan bisnis Unilever dalam wangi-wangian dan perisa makanan. Chesebrough-Pond’s, yang memiliki Pond’s dan Vaseline, diakuisisi di AS.

1987

Dove diluncurkan ulang di Eropa, diawali di Italia.

1989

Calvin Klein dan Elizabeth Arden/Fabergé diakuisisi, sementara es krim Magnum diluncurkan di Jerman.

1990 – 1999: Restrukturisasi dan konsolidasi

Fokus bisnis yang baru terus berlanjut dengan jumlah kategori dikurangi dari lebih 50 menjadi hanya 13 di akhir dekade ini.

Ini termasuk keputusan untuk menjual atau menarik banyak merek dan berkonsentrasi pada merek dengan potensi terbesar.

Restrukturisasi menghasilkan empat area bisnis inti: Perawatan Rumah, Perawatan Pribadi, Makanan, dan Bahan Kimia Khusus. Struktur yang baru dipimpin oleh tim baru, ExCo (Komite Eksekutif) dan termasuk 12 kelompok bisnis, masing-masing bertanggung jawab untuk gabungan area geografis dan produk.

Selain itu, selama dekade ini, Unilever membuat program pertanian berkelanjutan sehubungan dengan tekanan lingkungan dan kepedulian konsumen yang semakin tinggi menyangkut rantai makanan. Prakarsa lain untuk melestarikan sumber daya air dan ikan dari stok berkelanjutan segera dilakukan.

1992

Unilever memasuki Republik Ceko dan Hongaria, serta mendirikan UniRus di Rusia.

1993

Es krim Breyers diakuisisi di AS dan sampo Organics diluncurkan pertama kali di Thailand. Pada tahun 1995, Organics dijual di lebih dari 40 negara.

1994

Pelepasan United Africa Company, perusahaan perdagangan, pembuat bir, dan tekstil besar milik Unilever di Afrika Barat selesai.

1995

Unilever menerbitkan Kode Etik Prinsip Bisnis-nya.

Keputusan yang belum pernah diambil sebelumnya dilakukan untuk secara praktis menyingkirkan lemak trans dari produksi makanan sebagai tanggapan cepat terhadap penelitian baru yang menunjukkan bahwa efeknya pada kolesterol darah setidaknya sama merugikannya seperti lemak jenuh.

1996

Unilever membuat komitmen ambisius untuk mendapatkan semua ikan dari stok berkelanjutan dan mulai bekerja sama dengan WWF untuk membuat program sertifikasi untuk industri perikanan yang dikenal sebagai Marine Stewardship Council (MSC).

Hindustan Lever dan Brooke Bond Lipton India merger untuk menciptakan perusahaan sektor swasta terbesar, dan bisnis perawatan rambut Helene Curtis di AS diakuisisi. Pusat Gizi Unilever dibuat.

Garam beryodium Annapurna diluncurkan di India dan mulai membuat dampak besar dalam upaya penanganan kekurangan yodium.

1997

Es krim Kibon diakuisisi di Brasil. Bisnis bahan kimia Unilever, termasuk National Starch dan Quest International dijual.

1999

Pemegang saham mengesahkan dividen khusus sebesar €7,4 miliar konsolidasi saham untuk mengurangi jumlah saham per terbit.

Baca juga artikel:

4 Ciri-ciri Ikan Oscar yang Bagus

4 Ciri-ciri Ikan Oscar yang Bagus4 Ciri-ciri Ikan Oscar yang Bagus

4 Ciri-ciri Ikan Oscar yang Bagus

4 Ciri-ciri Ikan Oscar yang Bagus4 Ciri-ciri Ikan Oscar yang Bagus
4 Ciri-ciri Ikan Oscar yang Bagus

Apakah ciri-ciri ikan oscar yang bagus? Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memelihara ikan oscar, baik sebagai hobi maupun bisnis. Ikan ini diklaim merupakan salah satu ikan air tawar yang mempunyai keindahan tersendiri. Perawatan ikan oscar juga terbilang cukup mudah. Anda bisa memasukkannya ke dalam akuarium yang dilengkapi aerator.

Proses pemilihan ikan oscar bekerjsama tidak terlalu sulit. Ikan oscar yang bagus mempunyai ciri-ciri fisik, perangai, dan kecenderungan yang tampak berbeda daripada ikan kebanyakan. Dengan memilih ikan oscar yang bermutu unggul diperlukan ikan tersebut dapat dipelihara lebih mudah serta bisa melahirkan benih-benih yang memiliki kualitas bagus. Lantas, hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam memilih ikan oscar? Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memelihara ikan oscar. Berikut ini ciri-ciri yang menentukan bagus buruknya seekor ikan oscar, antara lain :

Perilaku

Perilaku ikan oscar yang sehat ditunjukkan dengan pergerakannya yang aktif. Ikan tampak agresif, responsif terhadap makanan, dan hilir mudik ke seluruh sudut akuarium. Ikan oscar tidak diam, tidak menyendiri, atau tidak menjauhi ikan-ikan oscar lainnya. Saat dimasukkan ke dalam bak yang berarus, ikan cenderung akan berenang melawan arus serta tidak hanyut terbawa oleh arus.

Fisik

ikan cupang aduan – Pilih ikan oscar yang tidak mengalami cacat, mempunyai anggota tubuh yang lengkap, dan kondisinya sehat. Amati seluruh tubuh ikan tersebut untuk mencari kemungkinan adanya tanda-tanda penyakit menyerupai bintik-bintik, jamur, memar, atau lendir yang berlebihan. Perhatikanlah dengan seksama mulai dari adegan mata, sirip, badan, hingga lubang genital. Hindari membeli ikan oscar yang tidak normal sebab gampang mati.

Keindahan

Ikan oscar lumrahnya dipelihara sebagai ikan hias. Oleh sebab itu, Anda harus memperhatikan faktor keindahan dalam pemilihannya. Ikan yang bagus memiliki asal undangan yang jelas, murni, dan tidak tercampur dengan varietas lainnya. Misalnya benih ikan tiger oscar harus berasal dari kedua indukan yang sama-sama merupakan tiger oscar, bukan ikan albino oscar atau ikan red oscar. Ikan oscar yang dipilih juga sebaiknya memiliki warna yang tegas dan cerah. Barulah kemudian Anda bisa memperhatikan corak yang terbentuk dari susunan warna-warna tersebut.

Keseragaman

Sebagai ikan karnivora, ikan oscar memiliki sifat yang sangat agresif. Tak jarang ikan ini menyerang kawanannya yang berukuran lebih kecil. Untuk meminimalisir potensi terjadinya kejadian yang buruk tersebut, ada baiknya Anda memilih ikan oscar yang berukuran seragam.

3 Tips Merawat Ikan Oscar yang Benar

3 Tips Merawat Ikan Oscar yang Benar

3 Tips Merawat Ikan Oscar yang Benar

3 Tips Merawat Ikan Oscar yang Benar

Apakah Anda membutuhkan tips-tips merawat ikan oscar? Ikan oscar merupakan ikan air tawar yang berasal dari Rio Grande, Amerika Selatan. Ikan ini memiliki rupa yang bagus dan perangainya pun cukup jinak. Itulah kenapa ada banyak orang yang memelihara ikan oscar di akuarium.

Perawatan ikan oscar tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu memperhatikan beberapa faktor yang mendukung kehidupannya dengan baik seperi makanan, air, dan insting. Sebagai ikan predator, oscar akan memangsa ikan lain yang berukuran lebih kecil. Anda mampu memelihara beberapa ikan oscar sekaligus sehingga ikan ini tetap merasa bahagia.Ikan oscar merupakan ikan air tawar yang berasal dari Rio Grande. Berikut ini tips-tips merawat ikan oscar kesayangan Anda :

Pakan

ikan hiu megalodon – Untuk alasan kepraktisan, Anda mampu menggunakan pelet sebagai makanan utama ikan oscar. Pilihlah pelet yang terbuat dari campuran daging ikan, udang, dan cumi-cumi sehingga kebutuhan gizi ikan tersebut terpenuhi dengan baik. Pelet mampu diberikan sebanyak sekali sehari. Hindari menunjukkan pelet secara berlebihan alasannya ialah dapat mengotori air.

Selain pelet, ikan oscar juga mau memakan pakan yang masih hidup menyerupai ikan dan udang kecil. Nalurinya sebagai binatang karnivora eksklusif menunjukkan insting kepada ikan ini untuk memburu semua pakan hidup yang ukurannya lebih kecil daripada tubuhnya sendiri. Sedangkan variasi pakan yang bagus untuk anakan ikan oscar ialah cacing sutera dan kutu air.

Akuarium

Akuarium yang digunakan untuk memelihara ikan oscar harus berukuran cukup besar. Akuarium tersebut setidaknya memungkinkan ikan yang hidup di dalamnya dapat bergerak dengan bebas. Lengkapi akuarium ini dengan aerator alasannya ialah ikan oscar membutuhkan sirkulasi udara yang bagus. Pastikan aerator terus menyala dan jangan biarkan mati terlalu lama.

Untuk mempertahankan kondisi kebersihan air di akuarium, disarankan untuk memasang filter di dalam akuarium. Alat ini berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang terlarut di dalam air sehingga kondisinya pun tetap bersih. Filter wajib dibersihkan paling tidak setiap seminggu sekali. Gunakan air sumur untuk mengisi akuarium, bukan air berkaporit.

Berkelompok

Ikan oscar lebih baik dipelihara secara berkelompok. Jika dibandingkan dengan memeliharanya sendiri, ikan ini akan tumbuh lebih cepat apabila dipelihara bersama dengan ikan-ikan oscar yang lain. Dengan merawat ikan oscar secara berpasangan juga memungkinkan terjadinya proses pemijahan alami.

Pendidikan Berbasis Teknologi, Pangkas Jarak dan Waktu

Pendidikan Berbasis Teknologi, Pangkas Jarak dan Waktu

Pendidikan Berbasis Teknologi, Pangkas Jarak dan Waktu

Pendidikan Berbasis Teknologi, Pangkas Jarak dan Waktu
Pendidikan Berbasis Teknologi, Pangkas Jarak dan Waktu

Depok, Kemendikbud — Di era digital sekarang ini teknologi menjadi bagian tidak

terpisahkan dari aktivitas manusia, termasuk proses belajar mengajar. Baik guru maupun siswa diharapkan dapat berinovasi dalam teknologi pembelajaran. Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara melalui SEAMOLEC juga ikut mengembangkan teknologi pembelajaran.

Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara melalui SEAMOLEC bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara. SEAMEO-SEAMOLEC ikut menjadi salah satu peserta pameran di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018, di Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada tanggal 5 s.d. 7 Februari 2018.

Pada pameran ini, stan SEAMEO-SEAMOLEC menampilkan dua programnya, yaitu

“Augmented Reality” dan “Virtual Reality”. “Augmented Reality” ini dapat digunakan sebagai alat peraga digital, yang bisa digunakan guru untuk mengajar di kelas. Dengan mengarahkan alat khusus ke kode batang (barcode), maka tampilan empat dimensi akan muncul di layar. Misalnya makanan, gedung sate, Monumen Nasional (Monas), dan lain sebagainya.

“Ini memang buku biasa. Tapi nanti kalau di-scan (pindai) menggunakan smartphone, dia akan keluar,” jelas anggota Tim IT Konten SEAMOLEC, Puryanto, sembari memperagakan cara penggunaan.

“Virtual Reality” merupakan teknologi yang membuat orang yang menggunakanny

a seolah-olah berada di tempat lain. Mengadopsi permainan virtual, pengguna dapat mengunjungi suatu tempat dengan menggunakan sejenis kacamata khusus. Saat ini sudah ada tiga museum yang dapat dikunjungi secara virtual, yaitu Museum Sumpah Pemuda di Jakarta, Museum Keris, dan Museum Radyo Pustaka di Solo.

“Jadi dari Papua dan dari mana-mana tidak perlu datang langsung ke Solo untuk mengunjungi museum Keris,” ujar anggota Tim IT Konten lainnya, Amiruddin Romadhoni.

SEAMOLEC juga mengadakan pelatihan-pelatihan untuk membuat alat peraga digital. Biasanya guru memberikan topiknya, nanti siswa yang akan membuat peraganya. “Jadi kita latih siswanya,” terang Puryanto. Pada tahun 2017 lalu diadakan pula kompetisi se-Asia Tenggara yang melibatkan pelajar dan mahasiswa usia 15-21 tahun. (Anang Kusuma/Desliana Maulipaksi)

 

Baca Juga :

 

 

Total Hadiah Rp200 Juta, Kemendikbud Gelar Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah

Total Hadiah Rp200 Juta, Kemendikbud Gelar Lomba Kreasi Audiovisual SejarahTotal Hadiah Rp200 Juta, Kemendikbud Gelar Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah

Total Hadiah Rp200 Juta, Kemendikbud Gelar Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah

Total Hadiah Rp200 Juta, Kemendikbud Gelar Lomba Kreasi Audiovisual SejarahTotal Hadiah Rp200 Juta, Kemendikbud Gelar Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah
Total Hadiah Rp200 Juta, Kemendikbud Gelar Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah

Kemendikbud — Salah satu metode menanamkan karakter bangsa Indonesia

kepada anak bangsa adalah melalui pendidikan sejarah. Agar menarik, pendidikan sejarah bisa dilakukan melalui audiovisual. Untuk menciptakan alternatif media pembelajaran sejarah yang menarik dan tidak membosankan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah dengan total hadiah Rp200 juta.

Tema yang diangkat dalam Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah tahun 2018 adalah “Sejarah Identitas Negeriku: Anak Muda Melek Sejarah”, Dari tema tersebut, ada tiga topik yang bisa dipilih peserta, yaitu Sejarah Lokal (Tokoh dan Peristiwa) dan Sosial; Sejarah Warisan Budaya (Bangunan Sejarah); dan Sejarah Olahraga (Tokoh, Perkumpulan, Aktivitas, Olahraga Tradisional). Lomba ini diperuntukkan bagi pelajar pendidikan menengah (SMA/SMK/MA) di seluruh Indonesia. Setiap tim/kelompok terdiri dari tiga orang.

Sosialisasi dan waktu pengumpulan proposal Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah

dilakukan mulai 29 Januari s.d 29 Maret 2018. Seleksi proposal lomba dilakukan pada 2 April 2018 oleh tim juri yang terdiri dari perwakilan Direktorat Sejarah Kemendikbud, sejarawan, antropolog, pakar bidang dokumenter. Tim juri akan memilih 60 proposal terbaik yang akan diumumkan di laman https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditsejarah.

Peserta yang proposalnya dinyatakan lolos akan dihubungi oleh panitia pada April 2018 untuk mengikuti lokakarya (workshop) perekaman. Peserta lokakarya terdiri dari 60 tim, dengan komposisi 20 tim di Medan, 20 tim di Bogor, dan 20 tim di Makassar dengan rentang waktu pelaksanaan 18 April s.d 19 Mei 2018. Lokasi lokakarya akan disesuaikan berdasarkan domisili tempat tinggal peserta.

Setidaknya ada tiga kriteria penilaian proposal, yakni Substansi Sejarah dan Budaya;

Kesesuaian Alur Cerita (Skenario); dan Ide dan Kreativitas. Untuk informasi lebih detail, petunjuk pelaksanaan (juklak) Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah (LKAS) tahun 2018 bisa diunduh di sini.

Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah bertujuan untuk mendorong rasa cinta dan kebanggaan generasi bangsa terhadap nilai-nilai sejarah bangsa, serta meningkatkan pemahaman dan kebanggaan terhadap kebinekaan. Lomba ini juga diharapkan dapat menyalurkan minat dan kreativitas generasi muda di bidang audiovisual, serta memotivasi pelajar untuk menghasilkan karya seni yang bermuatan sejarah, sehingga sejarah mampu dikemas dengan lebih inovatif dan atraktif.

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d2e2d6f018e0d73cd7336bf/

Pembagian KIP di Medan Ingatkan Kita tentang Keberagaman Bangsa

Pembagian KIP di Medan Ingatkan Kita tentang Keberagaman Bangsa

Pembagian KIP di Medan Ingatkan Kita tentang Keberagaman Bangsa

Pembagian KIP di Medan Ingatkan Kita tentang Keberagaman Bangsa
Pembagian KIP di Medan Ingatkan Kita tentang Keberagaman Bangsa

Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kecamatan Medan Sunggal, Sumatra Utara. Pemberikan KIP tersebut merupakan rangkaian dari acara peletakan batu pertama pembangunan Auditorium Bung Karno Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan, Sumut, Sabtu (27/1/2018).

Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda yang didirikan dan dirintis oleh dr. Sofyan Tan

pada tahun 1987 itu bertujuan memberikan pendidikan bagi anak-anak tidak mampu, dari TK sampai SMA/SMK dengan asas pembauran dan semangat kebinekaan. Asas pembauran ini, dipraktikkan juga dengan membangun lima rumah ibadah yaitu pura, wihara, masjid dan gereja untuk memberikan kesempatan beribadah kepada para siswa dan guru sesuai agamanya.

“Keragaman adalah realitas yang tidak dapat dipungkiri dan harus kita jaga bersama,” ujar Puan dalam sambutannya. “Inilah Indonesia, lengkap dengan sengaja keberagaman. Dan semua ini yang harus selalu kita jaga. Kita ini satu bangsa besar, satu keluarga yang hidup dalam satu negara bernama Indonesia,” lanjutnya.

Sabtu itu bukan kunjungan pertama Mendikbud di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Medan. Ia pernah berkunjung ke sekolah yang mengangkat tema keberagaman dan toleransi beragama tersebut. “Kita patut mengapresiasi prakarsa sofyan tan yang telah merintis sekolah ini, apalagi sekolah ini didirikan atas dasar semangat gotong royong dan merangkul kemajemukan. kemajemukan dan toleransi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari gotong royong,” ujar Mendikbud kala itu.

Dalam acara pembagian KIP di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda kepada sejumlah pelajar anak yatim panti asuhan, Menko PMK kembali mengingatkan pentingnya pendidikan karakter khususnya pemahaman dan pembudayaan nilai-nilai Pancasila kepada para siswa.

“Anak-anak sejak usia dini, TK, perlu diberi pengetahuan dan dibiasakan untuk menghargai teman

maupun gurunya yang berbeda suku maupun agamanya. Kita mempersiapkan siswa yang cerdas yang berakhlak mulia dengan berkepribadian Indonesia,” paparnya.

Acara penyerahan KIP digelar dengan akrab sambil menggelar kuis berhadiah menarik. Tujuannya, Menko PMK ingin mengetahui langsung apa saja kebutuhan anak sebenarnya saat sekolah, selain memang ingin bertatap muka langsung.

Annisa Chairani Putri, siswi kelas XII SMA Sultan Iskandar Muda yang menerima KIP secara simbolis dari Menko PMK, merupakan anak yatim yang ibunya tidak memiliki mata pencaharian. Sehari-harinya Annisa dibantu oleh tantenya. Ia mengatakan, dana KIP akan digunakannya untuk membeli kebutuhan sekolah seperti buku. Ia juga berencana akan menabung untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sementara siswa lain, Lewis Ivander Montana, siswa kelas 5 SD Sultan Iskandar Muda

merencanakan akan menabung uang yang diterimanya sebagai penerima KIP. “Mau ditabung, supaya nanti besar ada uang cukup,” tutur Lewis yang ayahnya bekerja sebagai pedagang kosmetik.

KIP (Kartu Indonesia Pintar) merupakan terobosan pemerintah untuk menjamin anak usia sekolah agar tidak putus sekolah, dan menarik anak yang putus sekolah agar kembali ke sekolah, sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah. Jumlah uang yang diberikan masing-masing sebesar Rp450 ribu/tahun untuk jenjang SD, Rp750 ribu/tahun untuk jenjang SMP, dan Rp1 juta/tahun untuk jenjang SMA/SMK.

Acara pemberian KIP ATM di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Pembauran Sultan Iskandar Muda, dr. Sofyan Tan, Wakil Gubernur Sumatra Utara, Wakil dan Wakil Walikota Medan, Ketua DPRD Sumut, Anggota DPR RI, Djarot Saiful Hidayat; Sihar Sitorus, perwakilan negara sahabat, perwakilan BPK RI, pengurus yayasan, para guru dan komite sekolah dari Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, para siswa dan orangtua siswa; media massa, dan undangan lainnya. Dari Kemendikbud tampak hadir Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad dan Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrachman. (Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

http://ejournal.upi.edu/index.php/WapFi/comment/view/15816/0/115984

 

 

 

Perkembangan Ilmu Hadits

Perkembangan Ilmu Hadits

Perkembangan Ilmu Hadits

Perkembangan Ilmu Hadits
Perkembangan Ilmu Hadits

Perkembangan ilmu hadits sekitar tahun 41 H, muncullah hadits-hadits palsu, dan semenjak itu mulailah dilakukan penelitian terhadap sanad Hadits dan setelah munculnya kegiatan pemalsuan Hadits dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab itu, maka beberapa aktivitas tertentu dilakukan oleh para Ulama Hadits dalam rangka memelihara kemurnian Hadits, yaitu seperti:

1. Melakukan Pembahasan

Melakukan pembahasan terhadap sanad Hadits serta penelitian terhadap keadaan setiap para perawi Hadits, hal yang sebelumnya tidak pernah mereka lakukan. Aktivitas ini terlihat dari penjelasan Muhammad ibn Sirin, yang diriwayatkan oleh Muslim di dalam mukadimah kitab Shahih-nya dan oleh Al-Tirmidzi.

2. Melakukan Perjalanan

Melakukan perjalanan (rihlah) dalam mencari sumber Hadits agar dapat mendengar langsung dari perawi asalnya dan meneliti kebenaran riwayat tersebut me¬laluinya. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh Jabir ibn ‘Abd Allah yang telah melakukan suatu perjalanan jauh dengan waktu tempuh sekitar sebulan untuk menemui Abd Allah ibn Unais, hanya untuk mencek kebenaran bahwa dia telah mendengar langsung satu Hadits tentang kisas (qishash) dari Nabi Saw.

3. Melakukan Perbandingan

Melakukan perbandingan antara riwayat seorang perawi dengan riwayat perawi lain yang lebih tsiqat dan terpercaya dalam rangka untuk mengetahui ke-dha’if-an atau kepalsuan suatu Hadits. Hal tersebut dilakukan apabila ditemukan suatu Hadits yang kandungan maknanya ganjil dan bertentangan dengan akal atau dengan ketentuan dasar agama.

Demikianlah kegiatan para Ulama Hadits di abad pertama Hijriah yang telah memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan Ilmu Hadits. Bahkan pada akhir abad pertama itu telah terdapat beberapa klasifikasi Hadits, yaitu Hadits Marfu’, Hadits Mawquf, Hadits Muttashil, dan Hadits Mursal. Dari macam-macam Hadits tersebut, juga telah dibedakan antara Hadits Maqbul, yang pada masa berikutnya disebut dengan Hadits Shahih dan Hadits Hasan, serta Hadits Mardud, yang kemudian dikenal dengan Hadits Dha’if dengan berbagai macamnya.

Penjelasan

Pada abad kedua Hijriah, ketika Hadits telah dibukukan secara resmi atas prakarsa Khalifah ‘Umar ibn Abd al-Aziz dan dimotori oleh Muhammad ibn Muslim. Mereka memperhatikan ketentuan-ketentuan Hadits Shahih, demikian juga keadaan para perawinya. Hal ini terutama karena telah terjadi perubahan yang besar di dalam kehidupan umat Islam, yaitu para penghafal Hadits sudah mulai berkurang dan kualitas serta tingkat kekuatan hafalan terhadap Hadits pun sudah semakin menurun karena telah terjadi percampuran dan akulturasi antara masyarakat Arab dengan non-Arab menyusul perkembangan dan perluasan daerah kekuasaan Islam. Kondisi yang demikian memaksa para Ulama Hadits untuk semakin berhati-hati dalam menerima dan menyampaikan riwayat, dan mereka pun telah merumuskan kaidah-kaidah dalam menentukan kualitas dan macam-macam Hadits. Hanya saja pada masa ini kaidah-kaidah tersebut masih bersifat rumusan yang tidak tertulis dan hanya, disepakati dan diingat oleh para Ulama Hadits di dalam hati mereka masing-masing, namun mereka telah menerapkannya ketika melakukan kegiatan penghimpunan dan pembukukan Hadits.

Pada abad ketiga Hijriah yang dikenal dengan masa keemasan dalam sejarah perkembangan Hadits, mulailah ketentuan-ketentuan dan rumusan kaidah-kaidah Hadits ditulis dan dibukukan, namun masih bersifat parsial. Yahya ibn Ma’in (w. 234 H/848 M) menulis tentang Tarikh al-Rijal, (sejarah dan riwayat hidup para perawi Hadits), Muhammad ibn Sa’ad (w. 230 H/844 M) menulis Al- Thabaqat (tingkatan para perawi Hadits), Ahmad ibn Hanbal (241 H/855 M) menulis Al-Tlal (beberapa ketentuan tentang cacat atau kelemahan suatu Hadits atau perawinya), dan lain-lain.

Pada abad keempat dan kelima Hijriah mulailah ditulis secara khusus kitab-kitab yang membahas tentang Ilmu Hadits yang bersifat komprehensif, seperti kitab Al-Muhaddits al-Fashil bayn al-Rawi wa al-wa’i oleh Al-Qadhi Abu Muhammad al-Hasan ibn Abd al-Rahman ibn Khallad al-Ramuharra-muzi (w. 360 H/971 M); Ma’rifat ‘Ulum al-Hadits oleh Abu Abd Allah Muhammad ibn Abd Allah al-hakim al-Naysaburi (w. 405 H/ 1014 M); Al-Mustakhraj ‘ala Ma’rifat ‘Ulum al-Hadits oleh Abu Na’im Ahmad ibn Abd Allah al-Ashbahani (w. 430 H/ 1038 M); Al-Kifayah fi ‘Ulum al-Riwayah oleh Abu Bakar Ahmad ibn Ali ibn Tsabit al-Khathib al-Baghdadi (w. 463 H/1071 M); Al-Jami’ li Akhlaq al-Rawi wa adab al-Sami’ oleh Al- Baghdadi (463 H/1071 M), dan lain-lain.

Pada abad-abad berikutnya bermunculanlah karya-karya di bidang Ilmu Hadits ini, yang sampai saat se¬karang masih menjadi referensi utama dalam mem¬bicarakan Ilmu Hadits, yang di antaranya adalah: ‘Ulum il-Hadits oleh Abu Amr TJtsman ibn Abd al-Rahman yang lebih dikenal dengan Ibn al-Shalah (w. 643 H/1245 M), Tadrib al-RauAfi Syarh Taqrib al-Nawaiui oleh Jalai al-Din ‘Abd al-Rahman ibn Abu Bakar al-Suyuthi (w 911 H/ 1505 M).

Baca Juga: 

Penjelasan Mengenai Sholat Dhuha

Penjelasan Mengenai Sholat Dhuha

Penjelasan Mengenai Sholat Dhuha

Penjelasan Mengenai Sholat Dhuha
Penjelasan Mengenai Sholat Dhuha

Shalat dhuha

Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha yaitu waktu matahari sedang naik. Shalat Dhuha ini dikerjakan sekurang-kurangnya dua rakaat sampai dua belas rekaat, akan tetapi yang utama dan paling baik adalah delapan rakaat.

Dalil-Dalil

Karena hal ini sebagaimana yang sering dilakukan oleh Rasulullah S.A.W., Sebagaimana hadits beliau yang artinya:

“Rasulullah S.A.W. biasa melakukan shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan adakalanya lebih.” (H.R. Muslim, Nasai dan Ahmad)

Ummi Hani’ binti Abu Thalib berkata:
“Bahwasanya pada hari penaklukan kota Mekkah, Rasulullah S.A.W. mengerjakan shalat dhuha sebanyak delapan rakaat dengan satu salam tiap dua rakaat.” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Abu Hurairah R.A. berkata:
“Aku diberi wasiat oleh kekasihku Muhammad S.A.W. tiga perkara, yaitu; berpuasa tiga hari setiap bulan, melakukan shalat Dhuha dua rakaat dan melakukan shalat witir sebelum aku tidur.” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasai)

Niat Sholat Dhuha

Adapun niat shalat adalah:Ushalli sunnatadh dhuha rak’ataini lillahi ta’ala.dilakukan dua rekaat salam, kemudian selesai membaca doa shalat dhuha sebagai berikut:

Doa Sholat Dhuha

Allaahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka wal bahaa-a hahaa-uka wal jamaala jamaalukaka wal quwwaata quwwatuka wal qudrata qudratuka wal ‘ishmata ishmatuka. Allaahumma inkaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu wainkaana fil ardhi fa akhrijhu wainkaana mu’siran fayassirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba’iidan faqarribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wajamaalika wa quwwatika wa qudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shaalihiin.

Artinya:
“Wahai Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, kecemerlangan adalah kecemerlangan-Mu, keindahan adalah keindahan- Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan itu adalah kekuasaan-Mu dan kesejahteraan itu adalah kesejahteraan-Mu. Wahai Allah, Jika rezekiku masih ada di langit, maka turunkanlah, dan jika masih ada di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar (untuk mendapatkan), maka mudahkanlah, jika keadaannya haram maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, dengan hak dhuha-Mu, kecemerlangan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, berilah kami segala sesuatu yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.”

Demikian sedikit uraian tentang shalat dhuha semoga bermanfaat. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/

Macam Macam Hadits

Macam Macam Hadits

Macam Macam Hadits

Macam Macam Hadits
Macam Macam Hadits

Berdasarkan pengertian hadits secara terminologis, hadits nabi demikian juga sunnah nabi , dapat dibagi menjadi tiga, yaitu: Hadits Qauli, Hadits Fi’li, dan Hadits Taqriri.

1) Hadits Qauli

Hadits Qauli adalah Seluruh Hadits yang diucapkan Rasul SAW untuk berbagai tujuan dan dalam berbagai kesempatan. (Wahbah al-Zuhayli, Ushul al-Fiqh al-lslami (Beirut: Dar al Fikr, 1406 H/1986 M) juz 1, h. 450)

Khusus bagi para Ulama Ushul Fiqh, adalah seluruh perkataan yang dapat dijadikan dalil untuk menetapkan hukum syara’. Contoh Hadits Qauli adalah, seperti sabda Rasul SAW mengenai status air laut. Beliau bersabda:
“Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, bersabda Rasulullah SAW tentang laut, Airnya adalah suci dan bangkainya adalah halal”. (Muhammad ibn Ismail al-Kahlani, Subul al-Salam. juz 1 (Bandung: Dahlan t t) h 14- 5)

Contoh lain adalah Hadits mengenai niat:
Dari ‘Umar ibn al-Khaththab r.a., dia berkata, “Aku mendengar Rasul SAW bersabda, ‘Sesungguhnya seluruh amal itu ditentukan oleh niat, dan sesungguhnya setiap orang akan memperoleh sesuai dengan niatnya. Maka barangsiapa yang melakukan hijrah untuk kepentingan dunia yang akan diperolehnya, atau untuk mendapatkan wanita yang akan dinikahinya, maka ia akan memperoleh sebatas apa yang ia niatkan ketika berhijrah tersebut’. “

2) Hadits Fi’li

Hadits Fi’li adalah seluruh perbuatan yang dilaksanakan oleh Rasul SAW. Perbuatan Rasul SAW tersebut adalah yang sifatnya dapat dijadikan contoh teladan, dalil untuk penetapan hukum syara’, atau pelaksanaan suatu ibadah. Umpamanya, tata cara pelaksanaan ibadah shalat, haji, dan lainnya. Tentang cara pelaksanaan shalat, Rasul SAW bersabda:
… Dan shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat….

Salah satu tata cara yang dicontohkan Nabi SAW dalam pelaksanaan shalat adalah, cara mengangkat tangan ketika bertakbir di dalam shalat, seperti yang diceritakan oleh Abd Allah ibn Umar sebagai berikut:
Dari Abd Allah ibn ‘Umar, dia berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW apabila dia berdiri melaksanakan shalat, dia mengangkat kedua tangannya hingga setentang kedua bahunya, dan hal tersebut dilakukan beliau ketika bertakbir hendak rukuk, dan beliau juga melakukan hal itu ketika bangkit dari rukuk seraya membaca, ‘Sami’a Allahu liman hamidah’. Beliau tidak melakukan hal itu (yaitu mengangkat kedua tangan) ketika akan sujud.”

3) Hadits Taqriri

Hadits Taqriri adalah diamnya Rasul SAW dari mengingkari perkataan atau perbuatan yang dilakukan di hadapan beliau atau pada masa beliau dan hal tersebut diketahuinya. Hal tersebut adakalanya dengan penyataan persetujuan beliau atau penilaian baik dari beliau, atau tidak adanya pengingkaran beliau dan pengakuan beliau.

Perkataan atau perbuatan Sahabat yang diakui atau disetujui oleh Rasul SAW, hukumnya sama dengan perkataan atau perbuatan Rasul SAW sendiri. Demikian
juga taqrir terhadap ijtihad Sahabat dinyatakan sebagai Hadits atau Sunnah. Seperti taqrir Rasul SAW terhadap ijtihad para Sahabat mengenai pelaksanaan shalat asar pada waktu penyerangan kepada Bani Quraizah, berdasarkan sabda beliau:

Dari Ibn ‘Umar r.a., dia berkata, “Nabi SAW bersabda pada hari peperangan Ahzab, Janganlah seorang pun melakukan shalat asar kecuali di perkampungan Bani Quraizah Maka sebagian Sahabat melaksanakan shalat asar di perjalanan, sebagian mereka berkata, Kami tidak melakukan shalat sehingga kami sampai di perkampungan tersebut dan sebagian yang lain mengatakan, Justru kami melakukan shalat (pada waktunya), (karena) beliau tidak memaksudkan yang demikian pada kami, Kemudian perbedaan interpretasi tersebut disampaikan kepada Nabi SAW, dan Nabi SAW tidak menyalahkan siapa pun di antara mereka.” (Bukhari, Shahih al-Bukhari. juz 1, h. 180).

Dari Hadits di atas terlihat bahwa sebagian sahabat ada yang memahami larangan tersebut sebagaimana apa adanya (sesuai teks Hadits), sehingga mereka tidak melakukan shalat asar kecuali sesudah sampai di perkampungan Bani Quraizah yang waktunya ketika itu telah memasuki magrib. Sedangkan sebagian Sahabat lagi memahami larangan Rasul SAW itu sebagai tuntutan kesegeraan berangkat ke perkampungan Bani Quraizah, dan karenanya mereka tetap melaksanakan shalat asar pada waktunya. Dan Nabi SAW, setelah melihat per¬bedaan ijtihad para Sahabat dalam menafsirkan larangan beliau itu, tidak menyalahkan pihak mana pun, yang berarti beliau mengakuinya. Inilah yang disebut dengan taqrir beliau.

Contoh Lain

Contoh lain dari Hadits Taqriri ini adalah, persetujuan Rasul SAW terhadap pilihan Mu’adz ibn Jabal untuk berijtihad ketika dia tidak menemukan jawaban di dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW terhadap permasalahan yang diajukan kepadanya. Teks Haditsnya adalah sebagai berikut:

Bahwasanya tatkala Rasulullah SAW., hendak mengutus Mu’adz ibn Jabal ke Yaman, beliau bertanya kepada Mu’adz, “Bagaimana engkau memutuskan perkara jika diajukan kepadamu?” Maka Mu’adz menjawab, “Aku akan memutuskan berdasarkan kepada Kitab Allah (Al- Qur’an),” Rasul bertanya lagi, “Apabila engkau tidak menemukan jawabannya di dalam Kitab Allah?” Mu’adz berkata, “Aku akan memutuskannya dengan Sunnah.” Rasul selanjutnya bertanya, “Bagaimana kalau engkau juga tidak menemukannya di dalam Sunnah dan tidak di dalam Kitab Allah?” Mu’adz menjawab, “Aku akan berijtihad dengan mempergunakan akalku.” Rasul SAW menepuk dada Mu’adz seraya berkata, “Alhamdulillah atas taufik yang telah dianugerahkan Allah kepada utusan Rasul-Nya.”(Shahih Bukhari . juz 5, h. 50.

Kumpulan Hadits diatas termaktub juga dalam Kitab Abu Dawud Sulaiman ibn al-Asy’ats al-Sijistani, Sunan Abi Dawud (Beirut Dar al-Fikr 1414 H/1994 M), juz 3, h. 295; Al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi. juz 3, h. 62; Al-Nasa’i,’ Sunan al-Nasa’i, juz 8, h. 244; Al-Darimi, Sunan al-Darimi, juz 1, h. 60).

Demikian uraian tentang bentuk-bentuk hadits atau macam macam hadits yang dapat saya muat, semoga baroakah. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/

Penelitian Setting Okupasi Situs-situs Pleistosen

Penelitian Setting Okupasi Situs-situs Pleistosen

Penelitian Setting Okupasi Situs-situs Pleistosen

Penelitian Setting Okupasi Situs-situs Pleistosen

Okupasi Situs-situs Pleistosen

Penelitian Setting Okupasi Situs-Situs Pleistose, awal Holosen Kawasan Gunung Sewu, Kabupaten Pacitan merupakan program kegiatan Balai Arkeologi Yogyakarta dilaksanakan di Kabupaten Pacitan selama 20 hari sejak tanggal 5 – 25 Juli 2019 melibatkan BPCB Jawa Timur.

Penelitian ini dilatarbelakangi sebuah interpretasi bahwa kawasan pegunungan selatan Jawa berdasarkan sumberdaya alamnya memiliki tinggalan budaya prasejarah baik paleolitik, mesolitik, neolitik, maupun megalitik, dan menempati bentuk lahan-lahan tertentu seperti tepian sungai untuk tinggalan budaya paleolitik, perbukitan untuk tinggalan mesolitik dan megalitik, serta daerah lereng bukit hingga dataran yang didominasi tinggalan neolitik.

Penelitian Setting Okupasi

Berdasarkan latar belakang inilah, maka penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui perkembangan budaya di kawasan Gunung Sewu baik skala ruang (horisontal) maupun waktu (vertikal), pola adaptasi dalam melakukan survival di alam, lanskap dan setting kegiatan masing-masing jenjang budaya, serta faktor belum ditemukannya tinggalan lukisan cadas di kawasan Gunung Sewu.

Penelitian dilakukan dengan melakukan survei permukaan dengan menelusuri beberapa gua dan sungai, mulai bagian tengah aliran hingga terasnya. Sasaran yang dicapai dalam survei meliputi Budaya Paleolitik dan Budaya Mesolitik (hunian gua) – Neolitik (perbengkelan-cocok tanam)

Lukisan Cadas

Berdasarkan pengumpulan data melalui survei, dapat diketahui bahwa terdapat persebaran bahan baku alat-alat paleolitik di bagian hulu dan hilir Sungai Baksoka yang berbeda, dimana bagian hulu menunjukkan perkakas paleolitik, sedangkan bagian hilir merupakan material dari lereng perbukitan di atas sungai yang merupakan perbengkelan neolitik dan gua hunian.

Lukisan cadas belum ditemukan saat dilakukan survei, karena permukaan dinding gua-gua yang disurvei tidak menunjukkan sebuah media untuk menempatkan lukisan cadas seperti yang telah ditemukan di beberapa tempat di Indonesia. (NugrohoHL).

 

Artikel terkait :