Usaha Penukaran Uang Asing Ditertibkan

PT KAI Rutin Cek Jalur KA

Usaha Penukaran Uang Asing Ditertibkan

PT KAI Rutin Cek Jalur KA
PT KAI Rutin Cek Jalur KA

BANDUNG-Bank Indonesia menegaskan bahwa tanggal 7 April 2017

merupakan batas akhir operasi bagi Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang tidak memiliki izin operasi dan belum mengajukan izin ke Bank Indonesia.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 18/20/PBI/2016 perihal Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank. Apabila masih terdapat KUPVA BB yang tidak berizin hingga 7 April 2017, Bank Indonesia akan merekomendasikan penghentian kegiatan usaha atau pencabutan izin usaha.

Bank Indonesia juga terus mendukung dan bekerja sama dengan Kepolisian

Republik Indonesia (Polri), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Narkotika Nasional (BNN) serta instansi terkait lainnya dalam operasi penertiban apabila terdapat indikasi adanya pelanggaran seperti kejahatan pencucian uang, pendanaan narkoba dan terorisme.

Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) atau sering disebut juga dengan money changer, merupakan kegiatan usaha yang meliputi kegiatan penukaran yang dilakukan dengan mekanisme jual dan beli Uang Kertas Asing (UKA) serta pembelian Cek Pelawat.

KUPVA BB merupakan tempat alternatif selain Bank untuk menukarkan valuta asing

. Peraturan perizinan bagi KUPVA BB ditetapkan agar pengawasan oleh Bank Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif, untuk pengembangan industri yang sehat dan efisien.

Sejak terbitnya PBI mengenai KUPVA BB, Bank Indonesia telah melakukan berbagai sosialisasi serta memberi imbauan kepada pelaku usaha untuk mengajukan izin ke Bank Indonesia. Lebih jauh lagi, Bank Indonesia juga memerintahkan kepada penyelenggara KUPVA BB yang telah berizin untuk menghentikan kerja sama dan transaksi dengan pelaku yang tidak berizin dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang melanggar ketentuan dimaksud.

“Pada akhir Maret 2017, sebanyak 44 KUPVA BB tidak berizin telah mengajukan izin ke Bank Indonesia,” kata Juda Agung, Pimpinan Wilayah BI Jabar, Jumat (31/3). jo

 

Sumber :

https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10974-pengertian-jenis-dan-struktur-jaringan-hewan

Meski Turun, NTP Jabar Masih Diatas 100

Mudahkan Pendaftar BPJS Kesehatan Buka Layanan “Dropbox”

Meski Turun, NTP Jabar Masih Diatas 100

Mudahkan Pendaftar BPJS Kesehatan Buka Layanan “Dropbox”
Mudahkan Pendaftar BPJS Kesehatan Buka Layanan “Dropbox”

BANDUNG-Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada Maret 2017 (2012 =100)

sebesar 102,37 atau turun sebesar 0,16 persen dibandingkan NTP Februari 2016 yang tercatat sebesar 102,53.

Penurunan NTP tersebut disebabkan oleh penurunan Indeks Harga Diterima Petani (IT) sebesar 0,08 persen sementara Indeks Harga Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,08 persen.

Kepala BPS Jabar, Dony Herlando mengatakan Maret 2017 empat Subsektor

pertanian mengalami penurunan NTP yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan turun 0,55 persen dari 95,85 menjadi 95,32, NTP Subsektor Perikanan turun sebesar 0,25 persen dari 101,41 menjadi 101,16, NTP Subsektor Peternakan turun sebesar 0,19 persen dari 113,30 menjadi 113,08, NTP Subsektor Hortikultura turun 0,17 persen dari 110,56 menjadi 110,37, sementara NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 1,31 persen dari 96,39 menjadi 97,66.

“Secara umum NTP diatas 100, tapi turun. Perlu perhatian khusus

untuk petani sebab NTP menunjukan tingkat kesejahteraan,” tegasnya.

Sementara itu BPS menyebutkan di Daerah Perdesaan Jawa Barat Konsumsi Rumah Tangga pada Maret 2017 terjadi inflasi sebesar 0,11 persen.

Empat dari tujuh kelompok pengeluaran mengalami inflasi, tertinggi terjadi pada Kelompok Kesehatan yang inflasi sebesar 0,63 persen, diikuti Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau inflasi 0,59 persen, Kelompok Perumahan inflasi sebesar 0,36 persen, dan Kelompok Sandang inflasi sebesar 0,17 persen, sementara Kelompok Bahan Makanan deflasi sebesar 0,24 persen, Kelompok Transportasi & Komunikasi deflasi sebesar 0,13 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga deflasi sebesar 0,02 persen. jo

 

Sumber :

https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10973-materi-gelombang-elektromagnetik-dan-contoh-soalnya-lengkap