RI Gencar Lobi AS Untuk Cabut Larangan Pelatihan Kopassus

RI Gencar Lobi AS Untuk Cabut Larangan Pelatihan Kopassus

RI Gencar Lobi AS Untuk Cabut Larangan Pelatihan Kopassus

RI Gencar Lobi AS Untuk Cabut Larangan Pelatihan Kopassus
RI Gencar Lobi AS Untuk Cabut Larangan Pelatihan Kopassus

Pemerintah RI telah gencar melakukan lobi-lobi agar pemerintah AS

Mencabut larangan pelatihan Kopassus. Upaya itu banyak didukung Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta.

Demikian terungkap dalam kabel-kabel diplomatik AS sejak empat tahun terakhir seperti dibocorkan oleh situs WikiLeaks dan dilansir harian Australia, Sydney Morning Herald (SMH), Jumat (17/12/2010).

 

Dalam kabel diplomatik Kedubes AS pada April 2007 disebutkan

hubungan militer Australia dengan Kopassus merupakan alasan untuk mencabut larangan pelatihan Kopassus. “Mitra-mitra Australia kita mendorong kami untuk melanjutkan pelatihan untuk Kopassus,” demikian bunyi kabel tersebut.

 

Namun berbagai kabel lainnya juga merinci keprihatinan AS

untuk melanjutkan kerjasama dengan Kopassus. Dalam kabel Oktober 2007, Kedubes AS menyampaikan pada Washington bahwa Indonesia tidak mengadili pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu secara konsisten.

“Sementara kita perlu membuat Indonesia tetap sadar akan konsekuensi ketiadaan aksi atas akuntabilitas TNI, Indonesia tak mungkin menghentikan cara pendekatannya. Karenanya kita perlu mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah alternatif guna menunjukkan akuntabilitas,” demikian kabel bocoran WikiLeaks tersebut.

 

Dalam kabel Mei 2008

ketua Kepala Staf Gabungan AS Laksamana Mike Mullen mendapat penjelasan dari diplomat-diplomat AS bahwa penghalang utama untuk perluasan kerjasama dengan Kopassus adalah kegagalan pemerintah Indonesia untuk mendesak akuntabilitas atas pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu oleh pasukan keamanan.

Dalam kabel tersebut, AS menyambut reformasi militer Indonesia yang terus berlangsung. Namun ditekankan bahwa reformasi itu tidak sama dengan memenjarakan para jenderal atas pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu.

Tahun lalu, atau sekitar enam bulan sebelum AS mencabut larangan pelatihan Kopassus, seorang pejabat senior AS, Bill Burns mengatakan, keterlibatan dengan Kopassus tetap merupakan isu yang rumit dan kompleks. Terlebih lagi karena masih banyak pihak di Washington, termasuk di Kongres AS yang punya keprihatinan serius soal akuntabilitas atas tindakan-tindakan Kopassus di masa lalu.

Pemerintah AS memberlakukan larangan pelatihan Kopassus sejak tahun 1999 lalu. Larangan itu diberlakukan terkait buruknya catatan HAM Kopassus. Kopassus dianggap bertanggung jawab atas kasus-kasus pembunuhan dan penyiksaan warga sipil selama konflik di Aceh dan Timor Timur.

Baca Juga : 

Kreteria Manager Proyek yang Baik

Kreteria Manager Proyek yang Baik

Kreteria Manager Proyek yang Baik

Kreteria Manager Proyek yang Baik
Kreteria Manager Proyek yang Baik

Dalam melakukan proses produksi

Perusahaan harus mampu menghasilkan suatu produk baik berupa barang ataupun jasa yang sesuai dengan criteria,
waktu dan besarnya biaya yang telah ditetapkan.. Kriteria tersebut bergantung pada manajemen proyek perusahaan tersebut dan tentunya juga manager proyek perusahaan. Lalu apa kriteria manajer proyek yang baik?

Manajer proyek merupakan individu

yang paling menentukan keberhasilan / kegalan proyek. Karena dalam hal ini manajer proyek adalah orang yang memegang peranan penting dalam mengintegrasikan, mengkoordinasikan semua sumber daya yang dimiliki dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kenberhasilan dalam pencapaian sasaran proyek.

Manajer proyek memiliki kriteria seperti tanggung jawab

untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan.

Komptensi tersebut meliputi unsur:

– ilmu pengetahuan (knowledge)
– kemampuan (skill)
– sikap (attitude)

Ketiga unsur ini merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek. Sebuah proyek akan dinyatakan berhasil apabila proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu, ruang lingkup dan biaya yang telah direncanakan. Untuk menjadi manajer proyek yang baik, terdapat 9 ilmu yang harus dikuasai.

Adapun ke sembilan ilmu yang dimaksud antara lain:

1.      Manajemen Ruang Lingkup
2.      Manajemen Waktu
3.      Manajemen Biaya
4.      Manajemen Kualitas
5.      Manajemen Sumber Daya Manusia
6.      Manajemen Pengadaan
7.      Manajemen Komunikasi
8.      Manajemen Resiko
9.      Manajemen Integrasi

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/

Undang-Undang No. 19 Tentang Hak Cipta

Undang-Undang No. 19 Tentang Hak Cipta

Undang-Undang No. 19 Tentang Hak Cipta

Undang-Undang No. 19 Tentang Hak Cipta

Hak cipta adalah

hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.

 

Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual

namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

LINGKUP HAK CIPTA

Pasal 2

(1)   Hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak cipnyataannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

KETENTUAN PIDANA

Pasal 72

(1)   Barangsiapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) atau pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2)   Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

(3)   Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

(4)   Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 17 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(5)   Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 19, Pasal 20, atau Pasal 49 aya t (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

(6)   Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 24 atau Pasal 55 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

(7)   Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

(8)   Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 27 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

(9)   Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 28 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Waktu-waktu sholat fardhu

Waktu-waktu sholat fardhu

Waktu-waktu sholat fardhu

Waktu-waktu sholat fardhu
Waktu-waktu sholat fardhu

waktu sholat rawatib

Sholat merupakan rukun islam yang kedua, dalam islam setiap ibadah sudah diatur sedemikian rupa secara syariat tak terkecuali ibadah sholat, dimana waktu-waktu untuk mengerjakannya telah diatur sebagaimana penjabaran dibawah ini.

Definisi waktu dalam ibadah menurut Imam Jalaluddin al-Mahalli dalam Jam’ul Jawami’

وَالْوَقْتُ…الزَّمَانُ الْمُقَدَّرُ لَهُ شَرْعًا مُطْلَقًا

“Waktu … ialah masa yang telah ditentukan untuk pelaksanaan ibadah menurut syariah secara mutlak.”

Waktu ada kalanya bersifat muwassa’ (leluasa) seperti ibadah haji, artinya meski kita sudah mampu melakukan ibadah haji namun tidak mesti tahun ini kita harus berangkat, ada juga yang waktunya mudlayyaq (sempit) seperti pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Sedangkan ibadah shalat mempunyai dua sudut pandang waktu, yaitu leluasa hingga masa yang hanya cukup untuk menyelesaikan ibadah shalat tersebut. Dalam masa ini waktu shalat menjadi mudlayyaq (sempit).
Shalat fardhu yang mempunyai jumlah lima waktu telah ditentukan secara syariat. Ada permulaan, di mana ibadah shalat menjadi tidak sah apabila dijalankan sebelum masuk permulaan waktu sholat, dan juga ada batasan akhir dalam mengerjakan ibadah sholat, di mana shalat harus dilaksanakan sebelum sampai batas akhir waktunya. Hal ini sesuai dengan Surat An-Nisa ayat 103:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Waktu-waktu Sholat fardhu menurut Syar’i :

1.Shalat Shubuh

Awal waktu untuk mengerjakan ibadah shalat shubuh yaitu terbitnya fajar sidiq sampai terbitnya matahari. Sebagaimana keterangan dalam hadits riwayat Muslim No. 612:

قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: وقت صلاة الصبح من طلوع الفجر ما لم تطلع الشمس

“Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Waktu shalat shubuh adalah sejak terbitnya fajar hingga terbitnya matahari.”

2.Shalat Dluhur

Waktu untuk mengerjakah Shalat dluhur dimulai sejak tergelincirnya matahari di ufuk barat hingga masuknya waktu sholat ashar. Hal ini digambarkan dalam hadits riwayat Muslim no. 612:

أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قال: “وقت الظهر إذ زالت الشمس، ….. ما لم يحضر العصر

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Waktu dluhur ialah ketika matahari tergelincir, … sampai datangnya waktu ashar.”

3.Shalat Ashar

Waktu mengerjakan ibadah shalat ashar yaitu dimulai sejak bayangan benda sama panjangnya dengan benda tersebut sampai terbenamnya matahari. Sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Bukhari No. 554:

…..ومن أدرك ركعة من العصر قبل أن تغرب الشمس فقد أدرك العصر

“ …Barang siapa mendapati satu rakaat shalat ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapati waktu ashar.”

4.Shalat Maghrib

Waktu untuk mengerjakan ibadah shalat maghrib yaitu dimulai sejak terbenamnya matahari sampai hilangnya awan berwarna merah dari cakrawala. Sebagaimana keterangan dalam hadits riwayat Imam Muslim no. 612:

وقت المغرب ما لم يغب الشفق

“Waktu maghrib berakhir hingga hilangnya awan merah dari cakrawala.”

5.Shalat Isya

Waktu mengerjakan ibadah shalat isya’ yaitu dimulai sejak selesainya waktu maghrib hingga terbitnya waktu fajar sebagai pertanda waktu masuknya sholat shubuh.

Baca Juga: 

Macam-macam Air

Macam-macam Air

Macam-macam Air

 

Macam-macam Air
Macam-macam Air

1.Air Suci dan Menyucikan ( Air Mutlak )

Air suci dan menyucikan artinya dzat air tersebut suci dan bisa digunakan untuk bersuci. Didalam kitab fatqul qorib dijelaskan bahwa air yang termasuk dalam kategori air mutlak ada 7 yaitu :
Air yang turun dari langit (air hujan)
Air Laut (air asin)
Air Sungai (air tawar)
Air sumur
Air sumber (air mata air)
Air salju (air es)
Air embun

Air suci dan mensucikan artinya dzat air tersebut suci dan bisa digunakan untuk melakukan bersuci. Menurut Ibnu Qasim Al-Ghazi ada 7 (tujuh) jenis air yang termasuk dalam golongan ini. Beliau mengatakan:

المياه التي يجوز التطهير بها سبع مياه: ماء السماء, وماء البحر, وماء النهر, وماء البئر, وماء العين, وماء الثلج, وماء البرد

“Air yang dapat digunakan untuk bersuci ada tujuh jenis, yaitu air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air mata air, dan air es atau salju, dan air embun.“

Ketujuh jenis air itu disebut sebagai air mutlak selama masih pada sifat asli penciptaannya. Bila sifat asli penciptaannya berubah maka air itu tak lagi disebut air mutlak dan hukum penggunaannya pun juga berubah. Hanya saja perubahan air bisa tidak menghilangkan kemutlakannya jika perubahan itu terjadi karena air tersebut diam pada waktu yang cukup lama, karena tercampur sesuatu yang tidak bisa dihindarkan sepertilumut, lempung, debu, atau karena pengaruh tempatnya seperti air yang berada di daerah yang mengandung banyak belerang (lihat Dr. Musthofa Al-Khin dkk, Al-Fiqh Al-Manhaji, (Damaskus: Darul Qalam, 2013), jil. 1, hal. 34).

Secara ringkas air mutlak yaitu air yang turun dari langit atau yang bersumber dari tanah (bumi ) dengan sifat asli penciptaannya.

2.Air Musyammas

Air musyammas yaitu air yang dipanaskan secara langsung di bawah terik sinar matahari dengan menggunakan wadah yang terbuat dari logam selain emas dan perak, seperti besi atau tembaga.
Air musyammas hukumnya suci dan menyucikan, namun makruh jika dipakai untuk bersuci. Secara umum air ini juga makruh digunakan bila pada anggota badan manusia atau hewan yang bisa terkena kusta seperti kuda, namun air musyammas tidak apa-apa jika dipakai untuk mencuci pakaian atau lainnya. Meski demikian air musyammas ini tak lagi makruh jika dipakai untuk bersuci apabila telah kembali menjadi dingin.

3.Air Suci Namun Tidak Menyucikan

Air suci tidak mensucikan atau thohir ghoiru muthohhir ini dzatnya suci namun tidak bisa dipakai untuk bersuci, baik untuk bersuci dari hadast besar dan kecil maupun dari najis.

Ada 2 jenis air yang suci namun tidak mensucikan, yaitu air musta’mal dan air mutaghayyar.

Air musta’mal adalah air yang telah digunakan untuk bersuci baik untuk menghilangkan hadast seperti wudlu dan mandi junub maupun untuk menghilangkan najis bila air tersebut tidak berubah dan tidak bertambah volumenya setelah terpisah dari air yang terserap oleh barang yang dibasuh.
Air musta’mal ini tidak bisa digunakan untuk bersuci dari hadast dan najis apabila tidak mencapai takaran dua qullah. Namun apabila takaran air tersebut mencapai dua qullah maka tidak disebut sebagai air musta’mal dan dapat digunakan untuk bersuci.

Sebagai contoh, apabila ada sebuah bak air dengan ukuran 2 x 2 meter persegi, dan bak itu terisi penuh dengan air, dan kita melakukan wudlu dengan langsung memasukkan anggota badan ke dalam air di bak tersebut (bukan dengan menciduknya), maka air yang masih berada di bak tersebut masih dihukumi suci dan menyucikan. Namun apabila takaran airnya kurang dari dua qullah (meskipun ukuran bak airnya cukup besar), maka air tersebut menjadi air musta’mal dan tidak dapat digunakan untuk bersuci. Namun dzat air tersebut masih di hukumi suci sehingga masih bisa digunakan untuk keperluan lain seperti mencuci pakaian .

4.Air Mutanajis

Air mutanajis yakni air yang terkena najis yang takarannya kurang dari dua qullah atau takarannya mencapai dua qullah atau lebih namun berubah salah satu sifatnya (warna, bau, atau rasa) karena terkena najis .
Air yang takarannya sedikit jika terkena najis maka secara otomatis air tersebut menjadi mutanajis meskipun tidak ada sifatnya yang berubah.
Sedangkan air banyak jika terkena najis tidak menjadi mutanajis bila ia tetap pada kemutlakannya, tidak ada sifat yang berubah. Namun jika karena terkena najis ada satu atau lebih sifat air yang berubah maka air banyak tersebut menjadi air mutanajis.
Air mutanajis ini tidak bisa digunakan untuk bersuci, karena dzat air itu sendiri tidak suci sehingga tidak bisa dipakai untuk mensucikan.Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/

Syarat Wajib Shalat dan Penjelasannya

Syarat Wajib Shalat dan Penjelasannya

Syarat Wajib Shalat dan Penjelasannya

Syarat Wajib Shalat dan Penjelasannya
Syarat Wajib Shalat dan Penjelasannya

beragama islam

yang dimaksud dengan beragama islam adalah setiap umat islam wajib melakukan sholat 5 waktu, nah untuk orang yang tidak beragama islam maka tidak memiliki kewajiban untuk melakukan kewajiban sholat

baligh

yang dimaksud baligh adalah ketika seseorang sudah bisa membedakan antara yang baik dan buruk
ciri2nya adalah sebagai berikut
1. wanita yang sudah mencapai minimal umur 9 tahun dan untuk laki2 minimal 15 tahun
2. mimpi basah untuk laki2 atau sudah bisa mengeluarkan mani (sperma) baik disengaja maupun tidak
3 . haid bagi wanita (datang bulan/menstruasi) biasanya terjadi pada wanita yang sudah berumur 9 tahun keatas walaupun keluarnya darah haid tersebut hanya sedikit maka hukumnya sudah dibilang baligh
khusus untuk yang mempunya alat kelamin dua maka tanda balighnya adalah keluar mani dan sudah haid, apabila yang terjadi hanya salah satu dari haid dan keluarnya air mani maka belum bisa dikatakan sudah baligh

berakal sehat

maksudnya adalah orang yang berkewajiban sholat adalah orang yang sehat akalnya atau tidak gila , maka apabila ada orang gila maka orang gila tersebut tidak mempunyai kewajiban untuk sholat, kesimpulan : hanya orang yang berakal sehat saja yang berkewajiban sholat

suci dari hadas dan najis

menghadap kiblat

yang dimaksud menghadap kiblat : menghadap ke arah ka’bah di mekah nah untuk indonesia adalah arah barat
mengetahui masuknya waktu sholat
maksudnya adalah orang yang hendak melakukan sholat harus mengetahui tentang waktu masuknya sholat berikut keterangan tentang masuknya waktu sholat

1. sholat subuh

waktunya adalah ketika terbitnya fajar yang ke dua yaitu fajar shodik sekitar jam 04-04.30 pagi W.I.B dan akhir dari waktu sholat subuh adalah ketika terbitnya matahari

2. sholat dzuhur

waktu dimulainya sholat dzuhur adalah ketika bayang2 matahari sejajar dengan benda , nah cara megetahuinya pasang tiang atau kayu yang lurus dan tancapkan pada bumi (tanah) dengan lurus dan lihat ketika bayangan tiyang atau kayu tersebut sudah sejajar dengan benda dan lebih sedikit maka sudah mulai masuk waktunya sholat dzuhur untuk jamnya sekitar pukul 11.45 W.I.B , kalau waktu berakhirnya adalah ketika bayangan bwnda/ tiyang atau kayu sudah melebihi ukuran panjang benda tersebut atau sekitar pukul 14.30 W.I.B

3. sholat ashar

waktu masuknya sholat ashar adalah ketika bayangan benda lebih tinggi dari benda tersebut atau sekitar pukul 14.45 W.I.B dan waktu berakhirnya sholat ashar adalah ketika matahari sudah berwarna kuning atau hendak tenggelam dalam tanda kutip “HENDAK TENGGELAM” bukan matahari tenggelam, atau sekitar pukul 17.30 W.I.B

4. sholat maghrib

waktu masuknya sholat maghrib adalah ketika matahari mulai tenggelam sekitar pukul 17.45 W.I.B
dan waktu berakhirnya sholat maghrib adalah ketika matahari tenggelam dengan sempurna atau sekitar pukul 18.35 W.I.B

5. sholat isyak

awal masuk sholat isyak adalah ketika telah hilang warna merah ketika matahari tenggelam sempurna atau sekitar pukul 19.15 W.I.B
dan waktu berakhirnya sholat isyak adalah ketika terbitnya fajar shodik yang menandakan masuknya waktu sholat shubuh atau sekitar pukul 04.00-04.15 W.I.B

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-teks-khutbah-nikah-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya/